Di salah satu sudut CBD (Central Business District) Sydney, Australia
Di salah satu sudut CBD (Central Business District) Sydney, Australia

Catatan Ilham Bintang: Kisah Sangkar Burung Bergelantungan di Sydney

Di salah satu sudut CBD (Central Business District) Sydney, Australia ada satu tempat yang menarik perhatian wisatawan. Tempat ini relatif baru. Diresmikan tahun 2012. Lokasinya teduh sepanjang hari. Diuntungkan oleh posisinya diapit gedung-gedung pencakar langit di kawasan Angel Place Street.

Luas areanya, hanya seluas 300 meter persegi. Lebar empat meter dan panjang 75 meter. Open air. Di atas area itulah bergelantungan

puluhan sangkar burung menghias “langitnya”. Di bawahnya, berjajar meja resto tempat bersantap siang dan malam bagi wisatawan.

Jangan khawatir kotoran burung. Yang digantung memang hanya sangkar. Tanpa burung. Itulah instalasi seni sangkar burung kosong berjudul “Forgotten Songs” rancangan Michael Thomas Hill.

Namun ketika berdiri di bawah sangkar burung, kita dapat mendengar suara burung-burung yang pernah menghuni Sydney sebelum kota terbentuk seperti sekarang ini. Saat siang menjadi malam, suara burung pun berubah.

Sebagian besar pengunjung Sydney mungkin tidak menyadari ada sangkar burung kosong yang menggantung di atas Angel Place ketika mereka berjalan menyusuri George Street atau Pitt Street di antara Circular Quay dan area perbelanjaan yang paling sibuk di Sydney.

Saya pun ketemunya tak sengaja. Selagi menunggu istri belanja, saya tertarik sebuah layar televisi yang dipasang di tengah taman. Ada tulisan “minta” disentuh di layar itu. Maka jari saya pun menyentuh. Ada banyak pilihan. Saya tertarik melihat foto. Enam kali geser, tampak puluhan sangkar burung bergelantungan tak beraturan. Judulnya : Angel Place. Lokasi 390 meter. Bisa ditempuh empat menit jalan kaki. Tapi waktu salat Jumat (1/3) hampir tiba. Saya putuskan pergi Jumatan dulu. Jaraknya masjid sekitar 10 menit jalan kaki. Habis Jumatan langsung balik ke lokasi. Di sanalah kami kami habiskan siang menikmati keindahan instalasi sangkar burung sambil bersantap siang.

Deskripsi Karya Seni

Ini penjelasan Michael Thomas Hill soal instalasi itu. “Hubungan antara masa lalu dan masa kini, besar dan kecil, pemangsa dan mangsa, “Forgotten Songs” melibatkan khalayak dengan keindahan, keanehan, dan ketidakbiasaan dari suara burung-burung yang terlantar ini.

Instalasi itu mengeksplorasi bagaimana fauna Sydney telah berevolusi dan beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan urbanisasi yang meningkat – mengundang kontemplasi masa lalu kota, lanskap yang mendasarinya, dan masalah keberlanjutan yang terkait dengan peningkatan pembangunan perkotaan,” tulisnya di tahun 2009.

Waktu itu ia pertama kali memperkenalkan instalasi sangkar burung tersebut. Karena menyita perhatian masyarakat, dan menjadi salah satu obyek wisata, maka tahun 2012 instalasi diresmikan secara permanen. Menjadi salah satu ikon Sydney saat ini.

“Forgotten Songs” diciptakan Michael untuk mengenang suara-suara dari lima puluh burung yang pernah terdengar di jantung kota Sydney. Sebelum mereka secara bertahap dipaksa keluar oleh pemukiman Eropa. Suara-suara burung, yang terdengar dari kanopi sangkar burung di atas Angel Place, berubah saat siang berganti malam. Pada siang hari burung menghilang bersama matahari, dan nyanyian burung nokturnal, yang mendiami daerah tersebut, terdengar hingga malam hari.

129 spesies Burung Punah

Menurut catatan resmi web Australian Museum/Birds Australia, Birds in Backyards, saat ini terdapat 129 spesies burung asli New South Wales yang secara resmi terdaftar punah atau terancam punah.

Rekaman suara burung yang kita dengar dari “Forgotten Songs” berasal dari spesies burung yang bernyanyi di pusat Sydney. Beberapa burung ini masih dapat terdengar di pinggiran kota. Di sana mereka menemukan makanan dan tempat bersarang di vegetasi asli yang lebat, sementara yang lain telah pindah lebih jauh.

Burung-burung lebih besar seperti ibis putih dan kakatua jambul belerang, serta spesies burung pengantar seperti merpati dan burung nuri, semuanya tumbuh subur di kota. Suara mereka adalah yang paling sering didengar di kota saat ini, ketika kita mendengar suara selain suara lalu lintas.

Suara Panggilan Burung

Pada siang hari dalam Forgotten Songs, kita dapat mendengar suara panggilan dari Eastern Whipbird, Rockwarbler, Regent Honeyeater, Grey Shrike-thrush, Fan-tailed Cuckoo, Spotted Pardalote, Brown Gerygone, Jacky Winter, Scarlet Robin, Golden Whistler, Leaden Flycatcher, Dollarbird, White-eared Honeyeater, Superb Lyrebird, Brown Thornbill, Varied Sittella, Brush Cuckoo, Dusky Woodswallow, Eastern Spinebill, White-throated Treecreeper, Little Lorikeet, Mistletoebird, Pallid Cuckoo, Red-browed Finch, Rufous Whistler, Brown-headed Honeyeater, Scarlet Honeyeater, Eastern Yellow Robin, Shining Bronze-Cuckoo, Southern Emu-wren, Spotted Quail-thrush, Striated Thornbill, Superb Fairy-wren, Tawny-crowned Honeyeater, Grey Fantail, Variegated Fairy-wren, Whistling Kite, White-browed Scrubwren, White-browed Woodswallow, White-naped Honeyeater, White- throated Gerygone, Wonga Pigeon, Yellow-faced Honeyeater and Yellow- tufted Honeyeater.

Pada malam hari suara burung yang terdengar : Australian Owlet-nightjar, Powerful Owl, Southern Boobook, Barn Owl, Tawny Frogmouth and White-throated Nightjar. ***

 

About dwidjo -

Check Also

Sekretaris SMSI Riau Wafat, Seluruh Pengurus Berduka

Pekanbaru, Koranpelita.com Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *