Sikap Reaktif Jokowi Rugikan Reputasi Kenegarawanannya

Pengamat politik Dr Andi Yusran dari Analis Indopoll Research and Consultan,

Jakarta, KP
Debat kedua dari dua kandidat calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto beberapa hari lalu masih menyisakan catatan penting. Terutama sikap reaktif dari petahana Jokowi saat menghadapi kritikan Prabowo.
Demikian dikatakan pengamat politik Dr Andi Yusran dari Analis Indopoll Research and Consultan, Rabu (20/2/2019) saat dimintakan tanggapan soal debat capres kedua yang bertema energi, pangan, infrastruktur, lingkungan hidup dan sumber daya alam.
Dikatakan Andi Yusran dalam konteks komunikasi politik, sikap Jokowi sebagai petahana dalam debat tampil reaktif. Terutama merespons kritikan Prabowo terkait kebijakan pemerintah soal bagi-bagi sertifikat tanah kepada masyarakat.
Dia menyebutkan sikap reaktif dari Jokowi sesungguhnya tidak memberikan keuntungan yang signifikan kepada Jokowi.
“Karena itu bisa masuk kategoti serangan terhadap pribadi penantang,” tuturnya. Dia bahkan menilai kondisi tersebut bisa merugikan reputasi kenegarawan petahana.
Idealnya, kata dia, petahana Jokowi merespons dengan menampilkan data-data tentang lahan yang sudah didistribudikan
kepada rakyat termasuk paket reformasi agraria.
Dalam debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (16/2/2019) Jokowi yang disindir soal kebijakannya bagi-bagi sertifikat tanah kepada rakyat menyerang balik soal kepemilikan lahan yang begitu luas dimiliki Prabowo.
Jokowi mengungkapkan kalau Prabowo memiliki lahan seluas 220.000 ha di Kalimantan Timur dan seluas 120.000 hektare di Aceh Tengah. Dikatakannya juga kalau pembagian lahan tersebut tidak di era pemerintahannya.
“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya,” ujar Jokowi.
Prabowo pun tidak membantah dan bahkan mengakui kalau
menguasai ratusan ribu hektare tanah di Indonesia. Namun statusnya adalah HGU (Hak Guna Usaha) yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh negara.
Prabowo juga menyatakan rela jika negara hendak mengambil kembali tanah tersebut. Hanya saja dia tidak rela jika nantinya sampai jatuh ke tangan asing. “Kalau untuk negara saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola. Karena saya nasionalis dan patriot,” tegas mantan Danjen Koppasus ini.(Didi MJ)

About dwidjo -

Check Also

Beasiswa Investasi Masa Depan, Siapa Siap Dia yang Dapat

Jakarta, Koranpelita.com Beasiswa yang diberikan institusi pendidikan, baik tingkat SMA ataupun S1, S2, dan S3 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *