Seminar Pariwisata di USM, Prof Kesi: Kurangi Bermimpi Perbanyak Aksi

Seminar Pariwisata di USM, Prof Kesi: Kurangi Bermimpi Perbanyak Aksi

Semarang,koranpelita.com – ”Kurangi bermimpi perbanyak aksi, cari peluang yang anda memang senangi, ciptakan tujuan jangka pendek dan berikan penghargaan yang tepat. Peluang tidak harus ditunggu tapi harus diciptakan”.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM dalam Seminar Pariwisata bertemakan “Tips Memperoleh Pekerjaan di Industri Kapal Pesiar dan Pariwisata Ekonomi Kreatif Peluang Bekerja di Industri Pariwisata” di Ruang Telekonferensi Lt 8 Menara Universitas Semarang (USM) pada 16 November 2023.

Selain Prof Kesi, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Staf Pengajar Graha Wisata Hotel School Semarang, R Alwin Loekito. Kegiatan ini merupakan hasil inisiasi antara mahasiswa program studi S1 Pariwisata USM dan Himpunan Mahasiswa Pariwisata (Himapar) USM.

Turut hadir dalam kegiatan itu di antaranya, Wakil Dekan I FTIK USM Fajriannoor Fanani SSos MIKom, Kepala Program Studi S1 Pariwisata USM Herman Novry Kristiansen Paninggiran SE MMPar, Sekretaris Prodi S1 Pariwisata USM Desika Nur Jannah SPd MMPar dan Kepala Satuan International Office (SIO) Faisal Yusuf BA MM MBA.

Prof Kesi mengatakan, multiplier Kota Semarang adalah memunculkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan UMKM dari bisnis pariwisata.

”Ada banyak jenis wisata, orang luar negeri lebih tertarik kepada filosofi ethnic and local wisdom. Sedangkan Kota Semarang memiliki salah satu aset yakni Lawang Sewu. Transformasi pariwisata dan industri kreatif menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Harus memiliki pengetahuan pengalaman dan menikmati tantangan untuk berkontribusi dalam meningkatkan pariwisata di negara ini,” tuturnya.

Mengutip perkataan Richard Branson, dia mengatakan, jika tidak mau bertahan itu sama artinya membodohi diri sendiri.

”Karakter itu menggambarkan kinerja anda bekerja. Gelar cumlaude tidak dibutuhkan dalam industri kreatif tetapi skill dan kemampuan yang menarik. Tidak harus memiliki modal macam-macam tetapi memiliki fokus planning. Mendapatkan sesuatu yang bagus perlu persiapan,” ungkapnya.

Menurutnya, prinsip perubahan adalah membangun kapasitas untuk berubah dan membangun kapasitas untuk melakukan perubahan.

”Kemampuan berbahasa terutama Inggris dan bahasa tubuh itu harus dimiliki. Itu merupakan suatu keharusan yang strategis dan sebuah proses evolusi,” katanya.

Mahasiswa Fokus Membangun Personal Branding

Dia berpesan, mahasiswa harus fokus membangun personal branding, mengambil bagian dalam proyek beragam akan memberikan keunikan diri dalam industri yang dinamis ini.

”USM terus mendukung mahasiswa yang berprestasi dan memiliki skill yang mumpuni. Kemampuan mumpuni tersebut harus diimbangi dengan pendidikan. Kami menilai seseorang itu dari aksinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Staf Pengajar Graha Wisata Hotel School Semarang, R Alwin Loekito mengatakan, 70% karyawan kapal pesiar luar negeri adalah orang Indonesia. Itu berarti Indonesia sangat mendominasi di dunia kapal pesiar.

”Kemampuan berbahasa Inggris adalah kemampuan wajib dalam berkomunikasi dengan tamu. Kemampuan Bahasa Inggris dan keramah-tamahan pasti akan membuat tamu sangat respect dengan kita begitupun sebaliknya,” katanya.

Dia mengatakan, standart coutesy itu penting karena harus memiliki persiapan tentang segala pengetahuan posisi yang ingin dilamar.

”Pertama, standart attitude berkaitan dengan reputasi hotel. Kedua, hotel increation, dampak baik keuntungan perusahaan meningkat. Lalu hotel competition and evaluation, banyak hotel baru yang mulai beroperasi, harus introspeksi tentang standart yang dimiliki,” jelasnya.

”Kalian masih muda, kesempatan sangat terbuka. Milikilah hospitality dan loyality sehingga lebih di hargain sebuah perusahaan besar. Di kapal pesiar, gaji untuk pemula itu rata-rata hampir 30 juta per bulan,” tandasnya.

Ketua Pelaksana, Cesar Figo mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan informasi mendalam tentang industri kapal pesiar dan pariwisata ekonomi kreatif. Fokus utamanya adalah memberikan tips praktis untuk memperoleh pekerjaan, menjelajahi berbagai peluang karir, dan membangun koneksi melalui networking.

”Kami berharap peserta dapat memperoleh keterampilan pencarian pekerjaan, menjelajahi peluang karier, memperluas jejaring profesional, dan merasa terinspirasi serta termotivasi. Selain itu, peserta memahami peran ekonomi kreatif dalam industri pariwisata. Dengan mencapai tujuan ini, diharapkan mereka siap untuk berhasil dalam karier di bidang tersebut,” ujarnya. (sup)

About koran pelita

Check Also

Tren Pariwisata 2024 Akan Mengalami Hyperlocal and Slow Zravel

Jakarta, Koranpelita.com Andry Satrio Nugroho, Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi (INDEF), investasi wisata berkelanjutan¬† …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *