Banjarmasin, Koranpelita.com
Hari Bekantan bakal kembali diperingati pada 28 Maret 2022 mendatang. Peringatan ini bahkan telah dijadwalkan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Kalimantan Selatan.
Motivasi Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia untuk menggelar Hari Bekantan sekaligus penganugerahan Bekantan Award 2022 sendiri tak lepas dari dukungan Bank Kalsel.

Amelia Rezeki
Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia, Amelia Rezeki, menuturkan, Hari Bekantan yang diperingati 28 Maret 2022 nanti juga akan memberikan award kepada tokoh dari berbagai kalangan.
“Bekantan Award 2022 nanti merupakan yang kedua. Untuk yang pertama kalinya, Bekantan Award kita gelar pada 2018 lalu,” ujarnya disela kunjungannya ke Bank Kalsel.di Banjarmasin, Selasa (15/2/2022),
Karena terkendala kondisi Covid-19, lanjut Amelia, kegiatan peringatan Hari Bekantan sekaligus pemberian Bekantan Award terhenti selama dua tahun lebih.
Karena pandemi kini sudah mulai melandai dan dukungan Bank Kalsel juga memotivasi kami untuk kembali menggelar peringatan Hari Bekantan sekaligus Bekantan Award
Menurur dia, banyak agenda dan program yang dilakukan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia, di momen Hari Bekantan 2022 nanti. seperti konservasi, relawan, rehabilitasi, rescue, pelepasliaran bekantan, restorasi mangrove rambai, penelitian dan seminar.
Staf Keberlanjutan Perusahaan, Divisi Corporate Secretary Bank Kalsel, Septian Reiswandy, S.Psi, M.Si menyambut baij agenda peringatan Hari Bekantan 2022.
Menurut Septian, sebagai Banknya Urang Banua, tentu Bank Kalsel selalu mengapresiasi dan mendukung penuh mereka yang berupaya untuk mengharumkan nama daerah.
“Bank Kalsel tentunya juga mendukung setiap upaya dalam program pelestarian lingkungan, apalagi ini keterkaitan dengan maskot Kalsel,” jelasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), membidangi Kesejahteran pendidikan dan kebudayaan, Zulfa Asma Fikra meapresiasi potensi salahsatu habibtat satwa “Bekantan” yang merupakan maskot Provinsi Kalsel Di Pulau Curiak Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola (Batola).
“Pulau Curiak sebagai kawan habitat satwa ‘ Bekantan” sebagai objek wisata khusus yang layak di kembangkan,” kata Zulva.
Karena disana, selain banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri, juga terdapat Stasiun Riset satwa guna mempelajari melestarikan habitat satwa bekantan yang mulai langka seperti halnya “Orang Utan”.
Selain itu, juga bisa mempelajari melestarikan alam, seperti mangrove rambai dan pepohonan lainnya serta mahluk hidup disekitarnya,.
Dari Anggota Fraksi Prtai Demokrat ini berharap aset kekayaan alam ini harus dijaga bersama.
Karena kekayaan alam flora dan fauna di miliki Kalsel dijadikan referensi bagi daerah lain bahkan di luar negeri. Bukan itu saja sebagai tempat riset bekantan keberadaan pulau curiak ini sangat menyita perhatian dunia.(pik)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia