PTM Jadi Dambaan Pengajar dan Pelajar, Tapi Rekomendasi Siap PTM MAN 3 Banjarmasin Belum Turun

Banjarmasin, Koranpelita.com

Setelah sekian lama dirumahkan, pembelajaran tatap muka (PTM) tentunya menjadi dambaan bagi semua elemen pengajar dan pelajar. Tak terkecuali bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banjarmasin yang terakhir kali melakukan PTM (Normal) pada 7 Maret 2020 silam. Namun hingga kini MAN 3 belum memberlakukan PTM, karena kondisi Covid-19 yang mengguncang tanah air.

Wilayah Banjarmasin sendiri kasus covid-19 sudah terbilang mulai menunjukan tanda peredaan.

Beberapa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pun sedikit demi sedikit sudah melakukan pembelajaran tatap muka, meskipun dengan terbatas. Tak lupa pula aspek protokol kesehatan, sarana dan prasarana lainnya diterapkan.

Terkait terkendala di MAN 3 Banjarmasin, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum, Rakhmat Noor, M.S.I, mengatakan, sebenarnya pihak sekolah berusaha semaksimal mungkin melengkapi ketentuan dan data data yang diperlukan.

Bahkan, sekolah sudah lama mengajukan beberapa kelengkapan data data melalui Aplikasi Siap Belajar sebagai upaya pendukung bagi sekolahnya belum menerima rekomendasi dari kemenag kota untuk memberlangsungkan PTM.

“Kita sudah beberapa kali melengkapi data disitu, cuman sampai saat ini belum keluar rekomendasinya dan terakhir minggu kemaren kata operator di Kemanag ada masalah diaplikasi sehingga tidak memunculkan rekomendasi” ujar Rakhmat, kepada wartawan dikonfirmasi. Senin (25/10/21) pagi.

Sementara itu, lanjut dia, pihaknya pun sambil terus menunggu dan memperbaiki apabila ada data yang kurang dan sudah meminta pendapat dengan pengawas melaporkan terkait situasi MAN 3 saat ini seyogiyanya jika ada kekurangan akan segera dilengkapi. Namun hingga saat ini rekomendasi tak kunjung keluar.

Disinggung dari kesiapan? Mulai sarana mencakup pengukur suhu badan, tempat cuci tangan sampai pengaturan ruangan maksimalnya setengah dari daya tampung yaitu 50%, sudah sangat siap.

Rakhmat pun mengharapkan setelah ini, agar izin dari kemenag lebih cepat turun.Sehingga sekolah yang bergelar Adiwiyata dan berbasis Tahfiz ini bisa melakukan PTM terbatas dengan catatan protokol kesehatan tetap dilaksanakan.

“Kita berharap izin dari Kemenag Supaya bisa cepat keluar, dan kita bisa tatap muka terbatas dengan catatan protokol kesehatan tetap diterapkan” harapnya.

Salah satu siswinya, Ummi Hanifah sempat diminta komentarnya, mengaku sudah tidak sabar menantikan PTM ini.

Terlebih dirinya sudah menduduki bangku kelas 12, dibandingkan dengan daring atau online, dirinya merasa lebih praktis ketika menangkap pelajaran langsung dan menulisnya dibuku.

“Kalo di HP ini tidak bisa disimpan semuanya, kalo turunan bisa langsung catet” ungkap Ummi Hanifah.

Diapun mengaku merasa sulit dengan pelajaran daring, terlebih tugas yang dikirim melalui video dari segi perangkat elektronik pribadi seperti memori ketika ingin ulangan file file yang dulu harus dihapus guna melenggangkan perangkat.

Kendala beratnya tegas Ummi, ketika ingin belajar ulangan sehingga meakibatkan file-file pembelajaran tidak bisa disave semuanya yang harusnya digunakan untuk belajar lagi.

Dikonfirmasi hal diatas, Kepala Seksi (KASI) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin, Drs.H.Abdurrachman, menjelaskan,
bahwa kebijakan Kemenag melalui Direktur Jendral (Dirjen) Kemenag Pusat RI, semua sama.

Berkaitan dengan PTM juga berhubungan dengan EMIS Madrasah, yang didalamnya tersedia penginputan terkait PTM. Misalnya, sarana, fasilitas, protokol kesehatan, data vaksinasi dan kesehatan, warga sekolahnya termasuk guru dan murid. Semuanya diinput melalui EMIS sehingga terverifikasi dan muncul “Rekomendasi Siap PTM”.

“Jadi bukan seolah-olah kemenag yang menentukan itu. Jadi kalau sudah ada semacam diaplikasi muncul siap (PTM) begitu diprint lalu disini mengeluarkan izin PTM” tegas H.Abdurrachman.

Dia mengkhwatirkan, belum adanya rekomendasi PTM, dimungkinkan sekolah yang terkendala kondisi dilapangannya, seperti belum memenuhi atau mungkin ada kendala saat menginput data.

Abdurahman membeberkan, berdasarkan informasi, jika satu orang tenaga pengajar saja tidak vaksin atau mengisi data pernah mengalami sakit, maka menjadi fatal dan berdampak mengganjal rencana PTM disekolah tersebut, sehingga kembali mengharuskan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Berkaca dari status sekolah dibawah nauangan sama seperti MAN 1 dan MAN 2 dan sekolah disekitarnya di satu wilayah komplek Mulawarman sudah memulai PTM secara bertahap.

“Saya dengar MAN 2 sudah. MAN 1 sudah. MAN 3 belum. Jadi bingung juga” ucap Abdurrachman yang dulunya pernah menjabat Kepala Madrasah di ketiga MAN tersebut.

Atas semua itu imbuhnya, pihaknya pun akan menelusuri dari awal penginputan, karena tidak menutup kemungkin ada kekeliruan saat menginput.

Kalaupun masih terkendala pihaknya akan kembali mengupayakan dan membantu keatas melalui Kanwil atau kepusat terkait apa penyebab kendala tidak muncul kesiapan PTM. Sementara sekolahnya sudah merasa clear. (Zulvan/ pik)

About kalselsatu

Check Also

DPRD Kalsel Putuskan Raperda RPJPD 2025-2045 Jadi Perda, Gubernur : Jadi Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan

Banjarmasin, Koranpelita.com Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca