Selama 3 Hari, 670 Paket Sembako akan Dibagi di Kalurahan Banaran, Galur

Rangkaian Bhakti Sosial yang digelar Forum Diskusi Sahabat Ngopi, Sedulur NKS, dan Doktor Sugeng Riyanta, akan segera dimulai. Besok sore, pembagian Sembako akan dimulai di Kalurahan Hargorejo, Kapenewon Kokap.

Selanjutnya, mulai Rau hingga Jumat, 5-7 Mei 2021, digelar di Kalurahan Banaran, Kapenewon Galur. Selama tiga hari, di Kalurahan Banaran, akan dibagikan 670 paket Sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

Menurut Lurah Banaran, Haryanta SH, pembagian Sembako memang sengaja dibagi dalam tiga hari. Tujuannya agar tidak ada kerumunan. “Mengingat masih masa pandemi Corona, kita menghindari hal-hal yang berbahaya. Selain dilakukan selama tiga hari, jam pembagian juga kita atur sehingga tidak terjadi secara serentak,” jelasnya.

Sementara Bhaksos selanjutnya, digelar di Kalurahan Banaran, Kapenewon Galur. Di Banaran, penyerahan Sembako akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut mulai hari Rabu, 5 Mei hingga Jumpat 7 Mei 2021.

Dengan teknis penyerahan Sembako seperti itu, tidak akan ada kekhawatiran terjadi kerumunan. Semua Sembako juga didrop di pedukuhan masing-masing. Kemudian, teknis selanjutnya diserahkan ke pak dukuh.

Bhaksos yang dilaksanakan di Kalurahan Banaran, memang sangat mengejutkan. Sebab, dari semula hanya disiapkan 75 paket untuk 75 orang masyarakat yang berhak menerima, akhirnya berkembang menjadi semua pedukuhan kebagian.  Total Sembako yang dibagikan, cukup banyak, karena dibantu beberapa orang donator.

Baksos yang bertajuk Ngayahi Kepedulian Sosial ini, memang sudah menjadi tradisi Forum Diskusi Sahabat Ngopi Kulon Progo. Agenda tiga triwulanan ini, sudah digelar untuk kedua kali di tahun ini. Pertama pada akhir Februari lalu, di sejumlah wilayah di Kapenewon Kokap.

“Pada akhir April ini, menjadi istimewa, karena dilaksanakan di bulan Ramadhan. Kemudian, para dermawan yang terilbat juga banyak. Termasuk tokoh-tokoh masyarakat. Misalnya saja, Pak Sumarjono, tokoh perantau kelahiran Dusun Nganjir, Hargorejo. Kemudian ada juga Doktor Sugeng Riyanta, tokoh kelahiran Dusun Sawahan, Kalurahan Banaran, Galur,” jelas Hirwan, salah seorang penggagas Sahabat Ngopi dan panitia Bhaksos.

Pak Jono yang merupakan pendiri Sedulur NKS, tambah Hirwan, memang selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang digelar Sahabat Ngopi. Begitu juga dengan Pak Sugeng Riyanta yang saat ini menjadi Aspidum di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Menggelar kegiatan di masa pandemi, yang harus ta’at pada protokol kesehatan, bukan sekali ini diselenggarakan oleh  Tim Sahabat Ngopi.  Sehingga sudah siap, jika membuat Bhaksos yang tidak menimbulkan kerumunan.

“Kita sudah tiga kali membuat event besar. Pertama turnamen bulutangkis persahabatan di bulan Agustus. Kemudian turnamen yang pesertanya lebih luas, di bulan Oktober. Terkhir pada bulan Desember kita membuat wayangan virtual,” jelas Mbah Yatno Alimonsa, salah seorang penggagas Forum Sahabat Ngopi sekaligus sesepuh KPDJ.

Bhaksos yang di Hargorejo, tambah Mbah Yatno, juga bukan yang pertama. Karena akhir Februari yang lalu, tim Sahabat Ngopi pernah membuat Bhaksos di beberapa wilayah di Kapenewon Kokap. “Kali ini, dipusatkan di Hargorejo, tapi yang mendapatkan bantuan dari banyak tempat di luar Kalurahan Hargorejo,” tuturnya.(her)

 

About dwidjo -

Check Also

Selamat Idul Fitri dari Kopi Thiwul 87 Kulon Progo

Selamat merayakan hari kemenangan, 1 Syawal 1442 Hijriah, untuk sahabat Kopi Thiwul 87 yang berbahagia. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *