Anies:  Masyarakat Betawi Harus Jeli Baca Tren pascapandemi

Jakarta, Koranpelita.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap orang Betawi jeli membaca tren perubahan seusai pandemi Covid-19 nanti. Pandemi bakal berdampak jangka panjang di berbagai bidang kehidupan.

Karena itu, penting bagi masyarakat Betawi untuk membaca tren perubahan tersebut.

Harapan itu disampaikan Gubernur Anies sebagai pembicara kunci sekaligus membuka secara daring Kuliah Umum Perkumpulan Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi) bertema ‘Prospek, Peluang, dan Solusi Masyarakat Betawi dalam Peningkatan Ekonomi, Pengaruh Politik, dan Kompetisi Global’,  Jumat (22/1).

Menurut Anies, masyarakat Betawi sejak Sumpah Pemuda 1928 hingga kini sudah membuktikan diri sebagai simpul pengikat kebersamaan dan nasionalisme bangsa.

“Jadi, dalam kedudukannya di Jakarta, masyarakat Betawi itu (sebenarnya) fasilitator dan penjahit Indonesia,” ujar Anies.

Untuk dapat membaca tren perubahan, masyarakat Betawi harus menjadi masyarakat yang tak pernah berhenti belajar. Learning society harus melekat kuat pada masyarakat Betawi, tegas dia.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Gerbang Betawi dr Ashari menyampaikan sejumlah kerja ekonomi, politik, dan pendidikan yang diusung perkumpulan kaum intelektual Betawi itu dalam beberapa tahun ke depan. Antara lain pembentukan baitul mal, yang akan memberikan pinjaman kepada masyarakat kecil, menghimpun para pengusaha Betawi dalam wadah ‘Juragan Betawi’, dan mendorong berdirinya sekolah demokrasi bagi kaum muda Betawi.

Kuliah Umum Gerbang Betawi edisi perdana di 2021 ini menampilkan dua pemateri, yakni anggota DPRD DKI Jakarta H Purwanto dan anggota Dewan Pakar Gerbang Betawi N Syamsudin Ch Haesy. Yang dimeriahkan pembacaan sajak oleh budayawan Betawi Yahya Andi Saputra.

Purwanto yang biasa disapa Bang Pur menekankan pentingnya masyarakat Betawi memanfaatkan kesempatan berkiprah di partai-partai politik sehingga berpeluang ikut menentukan arah kebijakan publik khususnya di Jakarta sebagai masyarakat inti ibukota.

“Sudah saatnya orang Betawi menjadi subyek, bukan sekadar obyek politik,” kata Purwanto bersemangat. (D)

About dwidjo -

Check Also

Perlindungan Anak Korban Perceraian

Jakarta, Koranpelita.com Anak anak korban perceraian bisa menjadi anak-anak generasi yang tangguh jika hak-hak anak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *