Presiden Perdamaian Dunia Djuyoto Suntani Dimakamkan Di Plajan Jepara

Jepara,Koranpelita.com

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang kerahmatullah President the World Peace Committee 202 Negara, HE. Prof. DR. Djuyoto Suntani, di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Senin 18 Januari 2021, pukul 10.30 WIB.

Almarhum akan dimakamkan di Museum Gong Perdamaian Dunia, di Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

“Kami atas nama keluarga mohon agar dibukakan pintu maaf bagi almarhum bilamana semasa hidupnya beliau ada kesalahan dan kekuarangan baik perkataan dan perbuatan. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahannya, menerima segala amal kebaikannya, serta menempatkan almarhum di sisi-Nya, surga al-Jannatunnaiim, amiin ya robbal alamiin,” ujar seniman dan budayawan Eddie Karsito, mewakili keluarga besarnya.

Djuyoto Suntani, lahir di sebuah perkampungan di Jepara, Jawa Tengah, 6 Juli 1962. Sejak kecil ia dijuluki Anak Pelangi atau Anak Kuwung karena kakak dan adiknya meninggal dunia.

Ia adalah Presiden Komite Perdamaian Dunia atau President of The World Peace Committee (TWPC) yang didirikannya sejak 7 Maret 1997 di Basel, Swiss. Kala itu TWPC dideklarasikan oleh 9 pemimpin yang berasal dari 9 negara.

Visi dan misi TWPC adalah membangun sebuah keluarga masyarakat baru mumi dengan hati. TWPC adalah satu-satunya institusi komunitas internasional yang memiliki sistem kepemimpinan yang kolektif dan selektif dari perwakilan 202 negara.

Ajaran hidupnya adalah, bahwa semua manusia satu keluarga bumi. Tinggal di bumi yang sama, minum air yang sama, menghirup udara yang sama. Meninggal di bumi yang sama, di bawah langit yang sama, ciptaan Tuhan yang sama.

Djuyoto Suntani, mendapat gelar Pangeran dari berbagai Kerajaan, dan Kesultanan. Menjadi warga kehormatan berbagai Negara. Menjadi penasehat berbagai organisisasi internasional. Mendapat Doctor Honoris Causa dari berbagai Universitas Dunia. Mendapat penghargaan sebagai pemimpin dunia paling terkemuka dari berbagai lembaga dunia.

Sumbangan hidupnya adalah menciptakan Gong Perdamaian Dunia yang dibangun permanen di 202 Negara, Gong Perdamaian Nusantara, Gong Perdamaian Asia Afrika, Universitas Peradaban Dunia pada 202 Negara. Usaha kemanusiaan ini kini berpusat di Museum Gong Perdamaian Dunia, di Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.(sup)

About dwidjo -

Check Also

Rentan DIY dan Gunungkidul Rider Society Berharap Indonesia Normal

Yogyakarta, Koranpelita.com Aksi peduli korban bencana di tanah air banyak dilakukan oleh komunitas maupun organisasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *