Semarang,Koranpelita.com
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai pembina Kabupaten dan Kota Peduli Hak Asasi Manusia.
Penghargaan ini diberikan Kemenkumham melalui Kanwil Hukum dan HAM, kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam peringatan HAM Internasional ke 72, Senin (14/12/2020).
Total ada 35 kabupaten kota di Jateng, yang menyandang gelar peduli HAM. Sepuluh besar di antaranya, menerima langsung piagam di Gedung Ghradika Bakti Praja, Jateng. Sementara, sisanya diserahkan melalui seremoni virtual.
Kegiatan itu, dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri KemenkumHAM Yasona Laoly dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Betdadarkan catatan Kementrian Hukum dan HAM, dari 514 kabupaten kota di Indonesia, 259 di antaranya memeroleh penghargaan sebagai wilayah peduli HAM. Sementara, catatan Kementrian Luar Negeri ada 169 ribu pekerja migran, yang dibantu pemulangannya ke Indonesia.
Presiden Indonesia Joko Widodo menegaskan, akan menuntaskan permasalahan HAM di masa lalu. Selain itu, pihaknya juga membentuk sebuah tim untuk membantu kaum difabel.
“Kita telah membentuk komisi nasional disabilitas dan berorientasi pada pendekatan HAM,” paparnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, solusi untuk menyelesaikan masalah HAM adalah dengan membuka ruang komunikasi. Hal itu juga berlaku untuk pelayanan publik agar tidak bertabrakan dengan hak konstitusional warga.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya membuka diri termasuk dengan Komnas HAM.
Kepala Kanwil Hukum dan HAM Jateng Priyadi mengatakan, untuk mendekatkan layanan pihaknya telah meluncurkan situs pelaporan daring, bernama Silandu. Selain itu, telah dibentuk klinik hukum dan HAM yang ada di beberapa daerah.
“Kanwil Kumham sudah hadir di beberapa kabupaten seperti di Demak, Pekalongan, Purwokerto, Solo dan Karanganyar membentuk klinik hukum dan HAM. Dengan ini kita akan turun bersama. Syukur-syukur bisa ada di tingkat kecamatan untuk memudahkan masyarakat beri informasi atau pertanyaan,” ujarnya, seusai acara.(sup)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia