Bintang: Hak Perempuan dan Anak Saat Konflik Sosial Harus Terpenuhi

Banda Aceh, Koranpelita.com

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga membuka  Rapat Koordinasi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS) di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Hadir dalam Rakornas tersebut perwakilan Forum Koordinasi Pemimpin Daerah (Forkopimda), Dinas dan Lembaga di Aceh, Tokoh Masyarakat, Akademisi, dan Dunia Usaha.

Menteri Bintang menuturkan Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3AKS) merupakan rujukan dalam menyusun dan melakukan kegiatan terkait pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak dalam konteks nasional, namun bisa pula diadopsi dan diimplementasikan oleh daerah.

“RAN P3AKS sendiri sudah mengatur langkah-langkah implementasi program secara sistematis, dimulai dari Program Pencegahan, Program Penanganan, dan Program Pemberdayaan Perempuan dan Partisipasi Anak,” tuturnya.

Negara telah menjamin setiap perempuan dan anak berhak mendapatkan perlindungan atas hak asasinya, bebas dari penyiksaan, ancaman, tekanan, serta mendapatkan kemudahan, perlakuan, kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai keadilan dan kesejahteraan hidup termasuk dalam keadaan/situasi konflik sosial.

Menteri menambahkan untuk mewujudkan target bersama dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sinergitas dan komitmen antara pemerintah pusat dan daerah menjadi hal mutlak dilakukan.

Tepatnya 2015, Aceh menjadi provinsi yang paling awal mengambil inisiatif menyusun draft Rencana Aksi Daerah Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAD P3AKS), namun karena satu dan lain hal sampai saat ini belum dapat diselesaikan.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menuturkan kunjungan Menteri Bintang hari ini sangatlah strategis dalam rangka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Aceh.

Nova menambahkan hingga hari ini angka kasus kekerasan di Aceh masih cukup tinggi. Untuk itu, upaya kami dalam rangka menyelamatkan, memberikan perlindungan, rehabilitasi, dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak tidak akan pernah berhenti. (D)

 

About dwidjo -

Check Also

Pasien Thalasemia Tidak Bercampur Pasien Lain di RSUD dr Murjani Sampit

Sampit, Koranpelita.com. Menyahuti keinginan dan keluhan pengidap penyakit thalasemia yang ingin melakukan transfusi darah secara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *