Mappilu-PWI Audiensi Dengan Komisioner Bawaslu Jateng

Semarang,Koranpelita.com 

Masyarakat pers pemantau pemilu PWI Jateng yang dipimpin Sugayo melakukan audiensi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah di Kantor Bawaslu Jalan Papandayan Semarang, Senin ( 23/11/2020).

Ketua Bawaslu Fajar Saka mengungkapkan, sejak dimulai tahapan kampnye 26 September 2020 hingga kini, telah menemukan berbagai macam pelanggaran. Pelanggaran tersebut terkait dengan administrasi, prosedur yang tidak terpenuhi, pelanggaran protokol kesehatan hingga pelanggaran netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Bahkan selama dimulainya masa kampanye pilkada serentak 2020, Bawaslu sudah pernah membubarkan langsung 14 konvoi di berbagai daerah di Jawa Tengah, karena mereka melanggar protokoler kesehatan,” kata Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka,  ketika menerima kunjungan Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (MAPPILU – PWI) Jawa Tengah, di Kantor Bawaslu Jateng, Senin (23/11/2020).

Fajar Saka bersama Abdul Kadir Arif didampingi M Rofiuddin ketika menerima
kunjungan MAPPILU-PWI Jateng dipimpin Sugayo Jawama (Ketua), M. Chamim Rifai (Sekretaris), Bekti Maharani (Bendahara), Agus Umar (Divisi Pemantauan), Kunadi dan M.Anas (Divisi Diklat dan Sosialisasi), Darno dan Suparman (Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum).

Fajar Saka menjelaskan, hingga saat ini ada 86 orang maupun lembaga yang melaporkan pelanggaran  yang dilakukan kontestan pilkada 2020. ” Dalam kasus tersebut 24 kasus pelanggaran yang sudah bisa diselesaikan,” paparnya.

Sementara itu, Rofiuddin menambahkan, selain pelanggaran oleh kontestan pilkada dan timsesnya, pelanggaran kode etik juga dilakukan oleh beberapa media terkait dengan proses pelaksanaan pilkada.

“Ada 3 media yang melakukan pelanggaran di daerah Jawa Tengah, dan ketiganya sudah kami laporkan ke Dewan Pers, agar diproses sesuai kapasitas dan kewenangannya,” jelas Rofiuddin yang pernah belasan tahun menjadi wartawan Tempo grup.

Ke depan, lanjut dia, agar rasa pengawasan lebih melekat kepada masyarakat, Bawaslu Jateng sudah mulai melakukan sosialisasi melalui Sekolah Pengawasan terhadap para remaja sebelum berusia 25 tahun.

“Ternyata, tanggapan mereka luar biasa. Peserta Sekolah Pengawasan yang dilakukan secara virtual mencapai jumlah 1600 peserta. Dalam kunjungan tersebut disepakati kedua belah pihak akan mengadakan penandatangan MoU antara Bawaslu dan Mappilu-PWI Jateng, Jumat 27 November 2020 mendatang,” ujarnya.(sup)

About dwidjo -

Check Also

Ada Tiga Sebab Akibat Buaya Mengusik Warga di Sungai Mentaya Kotim

Sampit, Koranpelita.com. Komandan Pos Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Sampit di Kabupaten Kotawaringin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *