Risiko Penggunaan Bahan Plastik Dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh: Yohana M Nababan, 

*Penulis, mahasiswa jurusan Kimia FMIPA Universitas Palangka Raya

Plastik merupakan salah satu makromolekul yang proses pembentukannya melalui tahap polimerisasi. Saat ini, penggunaan plastik sangat banyak bukan hanya di Indonesia saja bahkan seluruh dunia. Tahap Polimerisasi adalah suatu proses penggabungan dari beberapa molekul sederhana atau monomer menjadi molekul besar yang disebut juga sebagai makromolekul atau polimer melalui suatu proses kimia.

Pertama kali, plastik dibuat dengan bahan baku bahan-bahan alami seperti getah tumbuhan, sekresi serangga, dan tanduk hewan. Lalu seiring berjalannya waktu plastik mulai ditambahkan dengan bahan lainnya seperti dibentuk dari berbagai unsur berupa karbon, hidrogen, oksigen, klorin, nitrogen, dan belerang.

Penggunaan plastik cukup populer di kalangan masyarakat. Plastik ini sering digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman.

Namun, sesungguhnya penggunaan plastik sangat berbahaya bagi kesehatan, khususnya pada janin dan anak. Hal ini dikarenakan plastik mengandung zat tambahan berupa plasticizers. Zat tambahan ini dapat bermigrasi ke dalam makanan dan minuman yang dikemas, apalagi dalam keadaan panas dan berminyak. Masalah ini dapat dihindari dengan mengetahui penggunaan plastik secara benar menurut kode dan jenisnya.

Edukasi kesehatan merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang plastik dan penggunaannya sebagai wadah makanan dan minuman kepada ibu rumah tangga dan masyarakat lainnya.

Adapun resiko yang kita tanggung akibat penggunaan kemasan plastik dalam kehidupan sehari-hari yaitu sampah plastik menumpuk dan menggunung dibumi, plastik meracuni makanan, plastik merugikan berbagai sektor kehidupan manusia, plastik bisa juga merusak air tanah dan bumi, plastik sangat sukar terurai, plastik juga dapat mengancam kelestarian satwa liar, serta plastik juga dapat merusak tubuh manusia (sangat berbahaya bagi kesehatan manusia) dan plastik ini juga yang bisa menarik polutan (bahan yang mengakibatkan polusi) lain.

Dengan demikian, alangkah baiknya jika penggunaan bahan plastik dikurangi dengan melakukan daur ulang seperti pembuatan tas, hiasan rumah, tempat bunga, tirai yang berwarna-warni, terompet dari botol bekas, celengan botol plastik, sapu ijuk botol bekas, keranjang sampah, gantungan kunci dan Kursi dari botol bekas. Mungkin dengan hal seperti ini maka bahan-bahan plastikpun akan berkurang. ***

About dwidjo -

Check Also

Tionghoa Melayu yang Raih Sederet Sarjana

Dr. Nyoto, SE, SH, S.I.Kom, MH, MM, M.Pd, M.I.Kom, Ph.D Pekanbaru, Koranpelita.com Orang Tionghoa selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *