Demam Pasca Imunisasi, Reaksi Yang Wajar

Jakarta,Koranpelita.com

Persentase jumlah anak yang mengalami demam tinggi pasca mendapatkan imunisasi hanya mencapai satu persen. Sedangkan, anak lainnya yang mendapatkan asupan imunisasi, tidak mengalaminya.

“Anak yang diimunisasi sakit demam itu jumlahnya hanya satu persen,” ujar Ketua Bidang Humas dan Kesejahteraan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia Hartono Gunardi dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk “Vaksin: Melindungi Diri, Melindungi Negeri” yang diselenggarakan pada Media Center KPCPEN di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kamis (1/10/2020).

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh organisasinya, membuktikan bahwa dari 100 anak yang diberikan imunisasi hanya satu orang yang mengalami demam tinggi. Lalu, 25 anak lainnya hanya mengalami kondisi badan yang cukup hangat saja, sedangkan sisanya tidak mengalami gelaja efek samping apapun setelahnya. “Yang anget-anget hanya 25 anak, ini jumlahnya sangat kecil dan anak yang mengalami demam tinggi satu orang,” imbuhnya.

Ia mengakui, efek samping yang ditimbulkan oleh imunisasi memang terkadang membuat reaksi tubuh anak menjadi lebih hangat dibandingkan biasanya. Namun, itu reaksi yang wajar yang seiring dengan waktu akan menghilang dalam hitungan jam maupun hari tergantung dengan kondisi tubuh anak.

Efek samping dari imunisasi secara umumnya adalah anak rewel, kehilangan nafsu makan, berasa lemas, pegel dan lain-lain. Sifatnya itu mayoritas hanya berdampak ringan dan pendek secara waktu. “Efek sampingnya sangat ringan dan bersifat sementara, dapat hilang dengan pengobatan yang sederhana,” katanya.

Sedikit merasakan hal yang tidak nyaman akibat efek samping pasca imunisasi, lebih baik daripada dampak bahaya lainnya yang ditimbulkan disebabkan tidak mendapatkan asupan imunisasi. Rasa sakit yang mendalam bahkan resiko anak kehilangan nyawa akan sangat tinggi ketika tidak tidak mendapatkan imunisasi berkala secara rutin.

“Perlindungan dari imunisasi tidak memberikan perlindungan 100 persen, tetapi penyakit yang ditimbulkan oleh penyakit tidak terlalu parah atau cenderung ringan,” katanya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat jangan takut terhadap imunisasi yang dilakukan oleh pemerintah karena tidak akan membuat dampak negatif kepada sang anak. Justru dengan melakukan imunisasi secara berkala maka anak dapat terhindar dari potensi penyakit berbahaya yang senantiasa mengintai setiap saat. “Jadi jangan takut melakukan imunisasi, ibarat makan cabe sakitnya hanya sebentar dan pendek,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang mengatakan, Imunisasi secara rutin sejak usia dini mampu mencegah seseorang terjangkit berbagai penyakit berbahaya. Oleh karena itu, masyarakat harus dapat memperhatikan secara seksama waktu dan saat imunisasi, dan sebaiknya dilakukan secara berkala. “Imunisasi melindungi diri dari penyakit berbahaya dan juga aman bagi manusia,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut dia, telah memiliki rencana jangka panjang yang detail terkait dengan upaya eradikasi atau pemberantasan penyakit berbahaya tersebut melalui kegiatan imunisasi. Bahkan, langkah itu pun sudah berbuah manis. Artinya, langkah ini eradikasi penyakit berbahaya melalui imuninsasi telah mendapat pengakuan dari negara lain.

Organisasi internasional The United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan kegiatan imunisasi kepada anak usia 5 sampai 10 tahun. Sehingga, para generasi penerus bangsa itu dapat terlindungi dari ancaman penyakit berbahaya yang mengancam jiwa.

“Pemerintah luar biasa komitmennya untuk menjaga hal ini, sekarang layanan imunisasi dasar buat anak balita dan usia sekolah dapat dilakukan melalui pos layanan imunisasi,” kata Communication for Development Specialist UNICEF Indonesia Rizky Ika Syafitri.(Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Vaksin Diklaim Meningkatkan Imunitas Tubuh

Jakarta,Koranpelita.com Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan tren membaik. Hal ini pun memberikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *