Ngaglik, Koranpelita.com
Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum reda dan ada kecenderungan meningkat pemerintah desa dan masyarakat berupaya untuk bisa bertahan dan meningkatkan imunitas. Selain itu melakukan kegiatan yang bisa memberikan nilai tambah khususnya para warga masyarakat yang rentan.
Untuk itu Pemerintah Desa Sukoharjo berinisiatif mengadakan Pelatihan Praktis yaitu Budidaya Ikan Lele melalui Media Sederhana Bak Ember yang kiranya bisa dilakukan oleh masyarakat.
Pelatihan ini diikuti 20 para penyandang disabilitas se Desa Sukoharjo dengan harapan disamping untuk ketahanan keluarga juga bisa meningkatkan kesejahteraannya.
“Dalam kesempatan ini dilatih oleh tim ahlinya dalam bidang Budi daya ikan lele,” demikian kata Sujadi dalam sambutan pembukaan pelatihan budidaya ikan lele yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo.
Pelatihan tersebut menghadirkan para nara sumber yang kompeten di bidangnya yaitu Ahmad Husain dari UGM dan Syakir dari PPDI Kecamatan Ngaglik sebagai praktisi pengembangan Budidaya lele.
Dari praktisi budidaya lele menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat mudah pengelolaannya disamping tidak perlu lahan yang luas , cukup memakai peralatan sederhana antara lain ember besar yang ada tutupnya dibuat sedemikian rupa ,yang sudah ada contohnya.
“Peserta bisa mempraktekkan dirumah masing masing dan sangat menguntungkan . disamping budidaya lele diatasnya bisa ditanami kangkung atau sayuran sejenis sehingga bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari hari apalagi di masa pandemi sekarang ini,” paparnya.
Akhir dari pelatihan ini Kepala Desa Sukoharjo Bara Hernowo Natali, SH. MSi. menyerahkan kepada peserta pelatihan berupa Media Budidaya Lele yaitu Bak Ember, Media Tanam bibit kangkung serta bibit ikan lele sebanyak 100 ekor tiap ember sebagai uji coba budidaya ikan lele dirumah masing masing. ( Srp ).
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia