Dewan Pengarah Tim Pemenangan Golkar Minta Partai Koalisi Solid Dan Maksimal Memenangkan

Banjarmasin, Koranpelita.com

Dewan Pangarah Tim Pemenangan Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK, meminta semua mesin partai koalisi baik pengusung maupun pendukung untuk bekerja solid dan maksimal guna memenangkan kader Golkar yang dijagokan pada kontestasi pemilihan Kepala daerah (Pilkada) 9 Desember 2020.

Sebab memenangkan kader yang diusung, baik untuk pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, maupun tujuh pasangan calon (Paslon) yang berlaga di kabupaten/kota, merupakan keharusan dan sudah harga mati.

” Sebagai pengarah tim pemenangan saya sudah bekordinasi dan menyerahkan kepada semua tokoh masing-masing partai koalisi untuk mengatur strategi pemenangan nantinya, termasuk menggerakan kaum milenial,” ujar H Supian HK, kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel ini menegaskan, untuk pemilihan gubernur, partainya mengusung pasangan H Sahbirin Noor- H Muhidin, yang diperkuat 6 partai, pengusung yaitu, Golkar, PAN, PDI-P, PKB, PKS, dan NasDem, dan 3 partai pendukung, yaitu, Perindo, PSI, dan PKPI.

Adapun untuk Kota Banjarmasin Golkar mengusung Hj Ananda dan Mushaffa. Kotabaru, pasangan Sayed Jafar Alaydrus dan Andi Rudi Latif. Banjarbaru, pasangan H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dan AR Iwansyah. Kabupaten Banjar, pasangan Rusli dan KH M Fadlhan Asy’ary. Kabupaten HST, pasangan Saban Effendi dan Abdullah Alydrus. Kabupaten Balangan, pasangan Ansharuddun dan M Noor Iswan. Kabupaten Tanah Bumbu, pasangan HM Zairullah Azhar dan M Rusli.

Disinggung adanya dinamika pertukaran dukungan, seperti Nasdem turut mengusung cagub/wagub, sebaliknya, pada Pilwali Banjarbaru, Kader Golkar berhadapan dengan kader Nasdem? H Supian HK menyakan hal itu tidak menjadi masalah, karena itu merupakan dinamika berdemokrasi. Selain itu, DPP juga menyerahkan dinamika tersebut kedaerah masing-masing.

Menyikapi adanya pertukaran usung dan dukung yang terjadi, Anggota Komisi I DPRD Kalsel, membidangi Hukum dan Pemerintahan, H Hasanudin Murad, menyebutkan, realita tersebut merupakan dinamika berdemokrasi, kendati secara kasat mata bisa menimbulkan opini kurang kondusif. Tetapi, hal itu justru bisa menunjukan bahwa di tingkat lokal kabupaten/kota bisa terjadi perbedaan denga tingkat provinsinya. Atau dengan kata lain, koalisi-koalisi memang memungkinkan tidak bersifat permamen. (Ipik)

About kalselsatu

Check Also

Monitoring Pembangunan Peternakan di Tabalong untuk Pemenuhan Pangan Hewani IKN Nusantara, Bang Dhin: Ini Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Tanjung, koranpelita.com Kabupaten Tabalong menjadi salah satu pintu gerbang menuju Ibukota Negara (IKN) Nusantara di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca