Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19 di Serang Harus Bangkit

Serang, Koranpelita.com

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Komisi VIII DPR RI berupaya  menuhi kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak yang terdampak pandemi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Melalui upaya pemenuhan kebutuhan spesifik ini, kami harap bisa sedikit membantu meringankan beban dan menghidupkan semangat perempuan dan anak terdampak untuk bangkit dari situasi sulit akibat pandemi Covid-19,” ungkap Asisten Deputi Bidang Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kemen PPPA, Sri Prihantini Wijayanti dalam acara Penyerahan Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak sebagai Sinergi antara Kemen PPPA dan Komisi VIII DPR RI (12/08).

Yanti menambahkan dibutuhkan upaya percepatan penanganan Covid-19 secara berkesinambungan antara seluruh elemen baik pemerintah, unsur legislatif, maupun lembaga masyarakat, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak yang terdampak pandemi.

”Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya negara hadir di tengah masyarakat, melalui sinergi antara Kemen PPPA dengan Komisi VIII DPR RI sebagai mitra kerja dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain itu, kami juga bersinergi dengan pemerintah daerah, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten dan DP3AKKB Kabupaten Serang. Sinergi ini sangat penting untuk dilakukan, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, mari bersama kita lindungi perempuan dan anak dari ancaman Covid-19” tegas Yanti.

Di samping itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Iip Miftahul Choiry menyampaikan dengan adanya program pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak terdampak Covid-19 ini, diharapkan dapat membantu terpenuhinya kesehatan ibu dan anak. ”Saya mewakili masyarakat Kabupaten Serang berterima kasih kepada Kemen PPPA dengan adanya pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak ini, kami merasa sangat terbantu. Kami harap Kemen PPPA bisa berperan lebih aktif melakukan penyuluhan dan sosialisasi terkait perlindungan perempuan dan anak, ini sangatlah penting. Paket pemenuhan kebutuhan spesifik ini akan kami sebar ke beberapa daerah,” ujar Iip.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina melalui sambutannya mewakili Gubernur Provinsi Banten meminta kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang hadir untuk melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas. ”Mari bersama kita lakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 tentunya dengan menjalankan protokol kesehatan. Kita harus waspada, ibu-ibu harus bisa membiasakan diri agar semua bisa kembali pulih, ekonomi dapat berjalan, kegiatan belajar anak dapat berjalan. Pentingnya gunakan masker, cuci tangan, jaga jarak. Semoga pesan ini bisa ibu-ibu sampaikan lagi ke masyarakat lainnya,” tegas Nina.

Lebih lanjut Nina menghimbau kepada para ibu untuk selalu waspada dan mengawasi anak-anaknya agar terlindungi dari ancaman kekerasan. ”Kekerasan tidak mengenal tempat, tolong awasi dan jaga anak-anak kita, mengingat anak pada 2045 nanti diharapkan dapat menjadi generasi yang produktif, hal ini ditentukan dari sekarang. Pentingnya memenuhi hak anak agar tumbuh kembangnya berjalan optimal, seperti memenuhi gizi anak dengan cukup, menerapkan pola asuh dengan disiplin,” tambah Nina.

Selain itu, Kepala DP3AKKB Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit mengungkapkan adanya pandemi Covid-19 di Kabupaten Serang selama kurang lebih 4 (empat) bulan lebih, telah menimbulkan perubahan hidup, serta serba terbatasnya aktivitas masyarakat, khususnya pada kelompok perempuan dan anak.

”Di Kabupaten Serang ada sebanyak 4.591 perempuan dewasa dan 11.249 perempuan hamil yang terdampak Covid-19. Kami berterima kasih kepada Kemen PPPA dan DPR RI yang sudah peduli memberi bantuan untuk meringankan beban hidup perempuan dan anak di Kabupaten Serang khususnya di Kecamatan Jawilan. Kehadiran bapak dan ibu meupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat serang,” tutur Tarkul. (D)

 

About redaksi

Check Also

PWI Pusat Gelar Rapat Hybrid, Finalisasi AD/ART hingga Bentuk Tim Website dan Podcast

Jakarta ,KORANPELITA.Com –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar rapat khusus pengurus harian secara hybrid, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca