Nakes RSU Bob Bazar Pertanyakan Insentif Covid -19

Kalianda, Koran Pelita, com

Disinyalir puluhan juta rupiah dana isentif pelayanaan covid – 19 belum cair, sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) RSU BOB Bazar Kalianda Lampung Selatan mempertahankan.

Hal ini terungkap dari salah satu tenaga medis yang namanya enggan dipublikasikan kepada sejumlah wartawan.

” Insentif pelayanan covid itu hak kami, kami bertugas nyawa taruhannya. Belum jelas berapa yang akan kami terima dan kami heran kok sampai saat ini belum juga cair/belum sampai ke kami, kami terakhir terima bulan maret, untuk selanjutnya kami belum kembali terima dengan alasan sedang diproses oleh pihak Dinas Kesehatan Lamsel,” ungkap nya.

Dia mengatakan “sebagai tenaga medis pihaknya tidak mengerti mana insentif yang dari pusat dan mana yang dari daerah, yang penting insentif yang merupakan hak itu dapat diterima, tidak berkesan ditahan tahan dengan alasan tehnis yang tidak jelas”.

Atas mencuat perihal belum cairnya dana insentif covid RSU Bob Bazar, beberapa wartawan mencob menemui Dr Nana selaku Direktur belum lama ini.

Nana menyatakan bahwa dana isentif itu kini sedang diproses oleh Dinas Kesehatan selaku lembaga yang di tunjuk oleh Gugus Tugas.

” Hak bagi teman-teman tenaga kesehatan itu sedang diproses oleh pihak Diskes, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa cair melalui rekening Nakes masing-masing. Kami tidak menahan yang merupakan hak kawan kawan itu, hal itu merupakan hadiah dari pemerintah bagi tenaga kesehatan yang telah bertugas dalam menangani Covid 19,” kata Nana.

Menurut Nana, perihal isentif covid 19. Pada awal bulan Maret 2020 pihaknya memasukan seluruh dokter, perawat, dan bidan yang ada di RSU Bob Bazar. Namun dalam perkembangannya prihal penanganan covid ada perubahan-perubahan, surat keputusan (SK) tentang formasi bagi Nakes yang bertugas diatur oleh pusat.

Maka di akhir akhir ini pihaknya sudah merubah dan memberlakukan formasi yang baru. “hanya dokter spesialis dan petugas tertentu yang mendapatkan tugas dalam penanganan covid diruang isolasi, intinya kita kurangi,” terang Nana.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr Jimmy Bagas Hutapea MARS melalui pesan WA nya pada Rabu (5/8) menanggapi perihal belum tersalurkannya isentif covid 19 itu mengatakan, karena ada kekurang-kekurangan secara administrasi yang mesti harus dipenuhi.

Atau ada Persyaratan administrasi yang masih dilengkapi. Dan mudah-mudahanan dalam waktu dekat hal itu bisa ditransfer ke rekening masing-masing tenaga Kesehatan (Nakes).
Jimmy mengakui bahwa dana insentif yang akan disalurkan ke Nakes itu bersumber dari APBN.

” kami semua berharap segera bisa ditransfer ke rekening masing-masing yang tentunya aman dan sesuai dengan aturan yang ada, agar tidak ada masalah dikemudian hari,”

Saat di tanya prihal besaran yang akan diterima, mantan direktur Bob Bazar zaman era kepemimpinan Bupati Rycko Menoza ini menyatakan bahwa, perihal besarannya bervariasi, yang sudah masuk bulan April dan Mei, itu baru 60 persen dari Kemenkesnya. Yang jelas insentif dari dari kabupaten hanya bulan Maret, sudah ditransfer ke rekening nakes jelasnya.

” tidak boleh duplikasi, kalau sudah ada dana dari APBN tidak bisa dianggarkan lagi dari APBD ,” tutup Jimmy.(Tim)

About dwidjo -

Check Also

SMSI di Lima Kabupaten Resmi Terbentuk

Palangka Raya, Koranpelita.com Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah membentuk lima …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *