Mulai dari Anak Muda Kulon Progo hingga Birokrat Ikut Ngopi

Ngopi alias Ngobrlin Inspirasi bagi masyarakat Kulon Progo, mendapat sambutan besar. Sejak kemarin kuota yang disediakan Tim Ngopi sebanyak 75 orang sudah terpenuh. Tapi permintaan untuk ikut gabung dalam diskusi online ini masih tinggi.

“Kita akan tingkatkan kapasitas zoom, sehingga bisa menampung konco-konco yang lebih banyak. Kita menargetkan memang hanya untuk 75 peserta, tapi yang menghubungi ingin ikut rembukan inspirasi, masih banyak. Jadi, kita sudah siapkan hingga 100 orang. Tapi jika sampai hari Kamis besok masih banyak permintaan, zoomnya akan ditambah lagi,” tutur Sutrisno Yulianto, STP, MM, C.NLP.

Peserta yang sudah terdaftar dari berbagai kalangan, terutama anak-anak muda yang memang sudah sangat akrap dengan teknologi. Sejumlah pejabat dan tokoh penting juga tergabung dalam diskusi virtual ini. Termasuk dari Kaperda DIY.

“Ya pesertanya ada yang dari pemerintahan, orang penting di BUMN, pejabat tinggi di perusahaan besar, serta anak-anak muda Kulon Progo, “ ungkap Irwan, Founder Kabarno.com dan Koranpelita.com.

Antusiasme peserta Ngopi, tambahnya, memang diluar ekspektasi. Tapi masyarakat Kulon Progo yang ingin berbagi cerita inspirasi cukup besar. “Ini adalah bagian dari cara kami menampung kreativitas piyayi Kulon Progo yang sleama ini tidak ada penampungannya. Selain rutin dua minggu sekali mengadakan Ngopi, kami juga akan melakukan banyak hal,” tutur Irwan.

Menurutnya, Tim Ngopi juga sudah sepakat untuk mengembangkan forum ini menjadi lebih luas. “Kita sudah membuat grup percakapan lewat HP. Pesertanya lintas generasi, mulai dari anak muda hingga yang senior-senior. Profesinya juga macam-macam. Baru berjalan dua hari, sudah banyak ide yang disampaikan. Setidaknya ada lima gagasan yang cukup menarik untuk diseriusi menjadi kerja bersama yang memberi manfaat bagi semua,” tambahnya.

Ngopi adalah bagian daria bentuk keresahan bersama, karena selama ini, banyak ide-ide masyarakat Kulon Progo di perantauan yang tak menemukan penyalurannya. Ngopi digagas bersama oleh tim kecil yang terdiri dari  Sutrisno Yulianto, Irwan, Suyatno Alimonsa, Mad Rais, Heri Rudi, Sutomo, dan Nursamsir.

Profesi tim ini juga beragam dengan kompetensi yang tidak diragukan lagi. Sutrisno adalah seorang motivator yang banyak membuat bermacam-macam pelatihan. Irwan, merupakan orang media yang paham tentang branding, promosi, serta ahli strategi memetakan pasar. Ada pula Mbah Yatno Alimonsa, yang pelaku usaha, organisatoris, serta sesepuh KPDJ.

Nama-nama lain, tak kalah moncer dalam bidangnya. Mad Rais adalah enterprenuer yang dekat dengan sejumlah tokoh politik. Heri Rudi juga bukan anak muda sembarangan. Ia adalah penggiat sosmed yang memiliki kreativitas tinggi, terutama dalam memantaatkan teknologi. Sementara Mas Tomo, selain dikenal sebagai pengusaha juga pemberdaya masyarakat.

Sosok yang juga tidak sembarangan adalah Nursamsir. Jaringannya sangat luas, di tingkat nasional, karena memang pernah berkarir di lingkungan militer. Pengalaman Pak Samsir sangat dibutuhkan untuk melihat sekaligus menangkap peluang-peluang penggiat Ngopi.

“Ini akan menjadi embrio bagi terbentuknya gerakan kemajuan masyarakat Kulon Progo. Bentuknya seperti apa ya kita mengalir saja. Tidak perlu serius mengurusi organisasinya, tapi serius menuangkan ide-ide yang bisa dikerjakan bersama,” tutur Mbah Yatno.

Seperti Namanya, Ngopi itu  tempatnya berbagi cerita. Menurut Mbah Yatno, di sini bebas merdeka, bebas berbicara, menuangkan ide-ide, dan silaturahmi tanpa batas. “Kita lepaskan baju identitas organisasi. Iki forume wong Kulon Progo yang tidak terkotak-kotakkan oleh Lembaga,” tegasnya.

Tiga tokoh Kulon Progo yang ditambilkan dalam Ngopi perdana ini, menurut Alimonsa juga bukan orang sembarangan. Selain Namanya sudah menasional, juga merupakan tokoh yang merangkul semua kalangan.

“Tiga tokoh ini memiliki pencapaian yang cukup tinggi. Ada Prof Bedjo Sujanto, piyayi Kalibiru, Kokap yang pernah Rektor Universitas Negeri Jakarta. Lalu ada Pak Sumardjono, Direktur Perencanaan Strategis & Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan yang asli Nganjir, Hargorejo, Kokap. Serta Pak Agus Riyanto, yang merupakan Sekretaris Yayasan Masjid PB Soedirman Cabang Bekasi.Acara ini akan dipandu oleh Sutrisno Yulianto yang selama pandemi ini, setiap hari menggelar webinar,” tambah Mbah Ali.

Jadi, jangan lupa Sabtu, 25 Juli 2020, jam tujuh sampai sepuluh malam, kita Ngopi. Ngobrolin inspirasi.(kib)

About dwidjo -

Check Also

Buang Limbah di Kali CBL, FSW Dipanggil DPRD

BEKASI, koranpelita.com – Manajemen PT Fajar Surya Wisesa menghadiri pemanggilan audiensi di Ruang Kerja Komisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *