Soal Larangan Pedagang Masuk Tabalong, Dewan HSU Ngadu Dewan Kalsel

Banjarmasin, Koranpelita.com

Pelarangan masuknya pedagang dari luar Kabupaten Tabalong yang kini masih diberlakukan ternyata berbuntut panjang.

Dinilai tak ada solusi dari pemerintah daerah (pemda) setempat, DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akhirnya mengadukan masalah ini ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dipimpin Wakil Ketua DPRD HSU , Mawardi, rombongan dari kabupaten tersebut menggelar pertemuan bersama anggota Komisi III DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Rabu (15/7/2020) pagi.

Salahsatu agenda yang disampaikan meminta bantuan penyelesaian agar legislatif di provinsi dapat membantu proses mediasi guna solusi konkrit.

“Kami membawa aspirasi para pedagang kaki lima keliling mingguan dari HSU yang selama ini tidak bisa berjualan di wilayah Kabupaten Tabalong,” sebut Mawardi

Ini karena terbitnya surat edaran tertanggal 17 Juni lalu, yang ditandatangani Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) CoVID-19 Kabupaten Tabalong, Anang Syakhfiani, yang isinya melarang pedagang dari luar masuk.

Surat itu sangat berdampak pada kesulitan pada pedagang di pasar mingguan, yang kerap datang ke daerah tetangga untuk menjual barang dagangannya.

“Sedangkan di kabupaten tetangga, seperti di Barito Timur (Kalimantan Tengah) justru tidak membatasi selama mengantongi surat hasil rapid test non reaktif,” kata Mawardi.

Dia memahami situasi saat ini yang kasus positif CoVID-19 terus meningkat sehingga menjadi alasan bagi pemerintah daerah tersebut melarang masuknya pedagang dari luar. Namun menurutnya tetap harus ada solusi yang dibicarakan bersama agar tidak berlarut-larut.

Apalagi menyangkut kehidupan para pedagang yang mengalami kesulitan akibat tidak boleh berdagang. Pihaknya juga khawatir jika nantinya malah ada aksi balas-balasan, yang melarang pedagang dari Kabupaten Tabalong untuk masuk dan berjualan di wilayah Kabupaten HSU.

Senada, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten HSU, Fadillah, berharap DPRD Provinsi segera menindaklanjuti agar kekhawatiran itu tidak terjadi.

Salah satunya dengan menjembatani mediasi dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong. Mengingat, upaya yang dilakukan selama ini belum ada respon dari daerah tetangga.

Padahal sejak 24 Juni lalu atau bertepatan dengan pengaduan pedagang, pihaknya langsung berkomunikasi dengan DPRD Kabupaten Tabalong yang berjanji akan membantu mediasi dengan pemerintah.

“Yang kami miris, setelah mereka masuk Tabalong dan buka lapak dagangan, justru ditertibkan. Padahal di perbatasan waktu itu tidak ada dijaga,” tandasnya.

Sehingga tak sedikit pedagang yang berangkat pada malam hari agar lolos penjagaan di perbatasan, untuk dapat berjualan di daerah tersebut. Meskipun akhirnya tetap ditertibkan oleh petugas di lokasi berjualan.

Ia memperkirakan ada sekitar 500-an pedagang dari Kabupaten HSU yang biasa berjualan di pasar mingguan di daerah tetangga, yang juga terus menanti kepastian.

Menanggapi ini, Anggota DPRD Kalsel Dapil V (Kab. HSU, Balangan, Tabalong), mengharapkan Pemerintah Kabupaten Tabalong bersikap bijak dengan mencabut surat edaran tersebut.

Ia juga akan merekomendasikan DPRD Kalsel dalam menfasilitasi mediasi antara Pemkab HSU dengan Tabalong, agar masalah yang terjadi tidak semakin berlarut-larut dan ada solusi yang tidak merugikan satu pihak.

“Kalau memang pedagang harus menaati protokol kesehatan saat masuk daerah tersebut, ya mereka pasti akan taat. Tapi jangan sampai dilarang berjualan,” pungkas Hormansyah

Sebelumnya Pemkab Tabalong melarang masuknya pedagang dari luar daerah untuk berjualan di wilayahnya. Hal ini merujuk pada peningkatan kasus positif CoVID-19 yang terus meningkat dan dikhawatirkan menghambat kinerja gugus tugas setempat dalam melakukan pelacakan serta penelusuran. ( Ipik)

About kalselsatu

Check Also

Libatkan  Milenial Untuk Cegah KDRT Sejak Dini

Kota Banda Aceh, Koranpelita.com Kekerasan terhadap perempuan cukup tinggi di Provinsi Aceh. Tahun 2019, diketahui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *