Suhu Politik Pilkada Kotim Memanas, Tarik Menarik Kekuatan

Oleh: Muhammad Gumarang

Tidak sampai 2 bulan lagi akan terlihat secara jelas siapa yang akan mendapat b1kwk dan bisa mendaftarkan diri sebagai calon di KPU setempat , sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim) Provinsi Kalteng periode 2020-2024 pada tanggal 4 sampai 6 september 2020 . Nampak sekarang sudah mulai terjadi suhu poliitik yang memanas seperti api dalam sekam menanti ledakan kekecewaan, akibat konstalasi elit partai di Pusat susah direka siapa bakal calon Bupati Kotim yang akan diputuskan mereka mendapatkan b1kwk tersebut?

Apa yang terjadi pada bakal calon sekarang yang sibuk sedang berburu rekomendasi dari DPP Parpol di Jakarta untuk syarat awal mendapatankan b1kwk, dikarenakan d Kotim tidak ada satupun partai yang memenuhi persyaratan yang diamanahkan oleh undang undang ketentuan 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Kotim hasil pemilu 2019 yaitu 8 kursi untuk parpol bisa mengusung calon sendiri, karena tidak cukup maka untuk itu harus melakukan koalisi mendapatkan lebih dari satu rekomendasi parpol untuk memenuhi syarat .

Nampak sudah mulai bermuculan sederetan nama balon yang sudah mengklaim mendapatkan rekomendasi dari DPP Parpol di Jakarta ,seperti, 1.Hj.Supriyanti Rambat rekomendasi PKB atau surat tugas mencari partai koalisi dan pasangan masih dinamis, 2.H.Taufik Mukri dan H. Supriadi MT, rekomendasib dari partai Golkar dan partai Nasdem 3.M.Rudini Darwan Ali rekomendasi dari PAN atau surat tugas mencari partai koalisi dan pasangan masih dinamis ada H Syamsudin, ada HM. Jhon Krisli 4.H.Halikinoor dan pasangan maupun partai masih dinamis,5 Yoyo Sugeng Triyogo dan Darmadi Abdullah pasangan bakal calon perorangan hanya menunggu hasil verikasi faktual oleh KPU Kotim.

Kemungkinan karena sulitnya mendapatkan b1kwk bagi para balon dari partai politik maka diprediksi jumlah yang lolos sebagai calon yang mendapatkan b1kwk hanya 3 pasang saja peluang untuk pasangan dari jalur partai politik. Namun sementara ini sifat rekomendasi yang diterima oleh para balon sangat dinamis bisa saja berubah karena rekomendasinya tidak bersifat difinitif atau permanen , adanya persyaratan dan waktu yang harus dipenuhi dan faktor lainya. Ditambah lagi dilapangan ditemukan surat tugas atau rekomendasi partai diberikan lebih dari satu balon oleh satu parpol, sehingga lebih membuat suhu politik lebih panas.

Bakal calon dalam hal ini berupaya dengan jurus silat masing-masing untuk memastikan mendapatkan partai koalisi sedang konstelasi elit partai di pusat berupaya membangun komunikasi koalisi partai untuk Pilkada yang mungkin bisa saja tidak sejalan dengan langkah para bakal calon di daerah ,bila ini terjadi maka Balon Bupati dan wakilnya harus siap tereliminasi dalam kompetisi politik sebagai calon yang berhak mendapatkan b1kwk yang memenuhi syarat untuk mendaftar di KPU Kotim.

Dalam tahun Pilkada ini di Kotim nampak tak ada peserta petahana tapi yang ada hanya wakil Bupati aktif HM taufik Mukri dan Setketaris daerah H. Halikinoor,dan kadis Lingkungan Hidup Sanggul Lumban Gaol ditambah sederet ASN lainnya ikut sebagai bakal calon yang telah terdaftar diberbagai parpol,namun yang nampak menonjol HM Taufik Mukri, H. Halikinoor dan Sanggul Lumban Gaol dengan isu yang menghebohkan nengantongi b1kwk dari PAN namun berpolemik karena dituding palsu oleh ketua DPW PAN KAlteng Ir H.Achmad Diran. Tapi sayang proses hukum dan politiknya tidak jelas sampai sekarang . Dari tiga nama tersebut isu yang beredar H. Halikinoor adalah sosok yang ideal pewaris nama petahana dan hal itu cukup beralasan,baik kedekatan dari sisi pandangan politik, kedinasan maupun hubungan pribadi. (Penulis, Pengamat Sosial dan Politik)

About dwidjo -

Check Also

Kesaksian Jurnalis Palestina Bushra Jamal Ath-Thawil, Ungkap Fakta Penjajahan Zionis Israel

BUSHRA Jamal Muhammad Thaweel (22) memilih profesi wartawan setelah menyaksikan sendiri ayah dan ibunya ditangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *