Kak Seto: Orang Tuaku Sahabat Terbaikku

Jakarta, Koranpelita.com

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin dalam seri webinar “Orang Tuaku Sahabat Terbaikku” dengan tema Pengasuhan dan Penguatan Psikologis di Masa Pandemi Covid-19, sebagai rangkaian acara menyambut peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020..

Kemen PPPA telah berupaya meningkatkan pengasuhan berbasis hak anak, yaitu dengan mengembangkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang melibatkan psikolog dan konselor untuk memberikan bantuan konseling, edukasi dan informasi kepada keluarga secara gratis. Layanan Puspaga ini beroperasi di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Di tengah pandemi ini, peran Puspaga sangatlah dibutuhkan masyarakat. Untuk itu, setiap daerah harus meningkatkan pelayanan Puspaga sebagai garda penyedia layanan konseling, edukasi dan informasi bagi para keluarga di seluruh Indonesia. Minimal di setiap provinsi dan kabupaten/kota harus memiliki 1 (satu) Puspaga, mengingat seluruh keluarga membutuhkan layanan tersebut,” tutur Lenny.

Adapun hal yang harus diingatkan orangtua kepada anak saat di sekolah pada masa new normal, di antaranya yaitu tidak melepas masker selama di sekolah, menjaga jarak selama menggunakan transportasi umum, tidak memegang benda dalam kendaraan, segera mencuci tangan jika tiba di tempat tujuan, jaga jarak dengan guru, teman, dan warga sekolah lainnya, hanya memakan bekal dari rumah, tidak membagi makanan dengan orang lain, segera mengganti pakaian sesampainya di rumah, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

“Demi mencapai Indonesia Layak Anak (Idola) 2030, pola pengasuhan harus mengacu pada semua hak anak yang harus dipenuhi. Untuk mewujudkan hal ini, tentunya pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, dibutuhkan dukungan dari lintas sektor keilmuan, tidak hanya psikologi tapi juga pendidik dan tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, intinya semua harus bersinergi demi menjadikan Indonesia Layak Anak (Idola) pada 2030 mendatang,” pungkas Lenny.

Webinar juga dihadiri Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto. Kak Seto mengungkapkan pengasuhan anak di era new normal ini menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mengenal segala potensi anak. Orangtua juga harus kreatif dalam mengasuh dengan mencarikan permainan menarik bagi anak.

“Dalam mengasuh anak di era new normal, orangtua harus tetap fokus pada pemenuhan hak anak dan membentuk karakter positif pada anak. Hal tersebut harus diterapkan dengan segala cara dan metode seperti menciptakan pengasuhan dengan penuh cinta melalui senyum, tanpa kekerasan sehingga anak tumbuh penuh dengan rasa cinta kasih sayang kepada orang di lingkungannya,” ujar Kak Seto.

Di samping itu, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Seger Handoyo menuturkan dalam pengasuhan di era new normal saat ini, fokus orangtua sebaiknya lebih kepada membantu penguatan mental psikologis anak agar anak mampu menghadapi masalah dan bangkit ketika terjatuh, termotivasi untuk menggapai cita cita, lebih optimis, santai, dan tidak mudah cemas.

“Beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk memperkuat sisi psikologis anak, yaitu dengan mempraktikkan agar anak mencontoh dalam hal mengendalikan diri dan emosi, meningkatkan rasa percaya diri saat berhadapan dengan orang lain, memperkuat komitmen, terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri, dan pentingnya memperkuat regulasi diri,” tutup Seger. (D)

 

About dwidjo -

Check Also

NKS Menulis: Sharing Energi untuk Anak Negeri

Saya niatkan, kali ini, untuk menulis tentang cinta. Sebuah kata indah yang membuat semangat melompat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *