Kepala Bidang Teknologi Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Hj. Nayu Kulsum.

Atasi Gagal Panen, Petani Diajak Ikut Asuransi Persawahan

Bekasi, koranpelita.com – Atasi kerugian jika para petani mengalami gagal panen, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menyarankan agar petani mau mengasuransikan area persawahannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Pertanian (TP), Nayu Kulsum  kepada media di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2020).

“Hanya 36 ribu rupiah per hektar per musim.” ungkapnya.

Nayu Kulsum menjelaskan, Biaya sesungguhnya untuk asuransi adalah 120 ribu. Pemerintah mensubsidi sebesar 84 ribu. Sehingga petani hanya membayar 36 ribu rupiah saja. Apabila terjadi gagal panen 25% saja dalam satu hektar, petani mendapatkan uang ganti sebesar 6 juta rupiah dari pihak asuransi.

“Sayangnya, masih banyak petani yang kurang berkenan mengikuti asuransi tersebut,” beber Nayu.

Salah satu alasan utama para petani adalah mereka hanya buruh tani dan belum pernah mengalami gagal panen.

“Perlu sosialisasi yang lebih intens. Karena asuransi dari Jasindo ini sangat menguntungkan petani,” paparnya.

Dirinya mengatakan, gagal panen ini dalam cakupan luas, seperti terkena musibah banjir, terkena hama dan lain sebagainya. Dan hanya dilihat 25% dari 1 hektar sawah, petani bisa mengajukan klaim pergantian modal tanam.

“ini sangat membantu masyarakat yang gagal panen  jika ikut asuransi modal tanam bisa terganti,”tuturnya singkat. (Ane)

About dwidjo -

Check Also

Komisi X DPR RI Apresiasi Komnas Perlindungan Anak DKI

Jakarta, Koranpelita.com Wakil Ketua Komisi X, Dede Yusuf, menegaskan anak  awal dari kehidupan dan awal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *