Home / Jabotabek / Segini, Ahli Waris Pengepul  Rongsokan Terima Klaim Santunan BPJS Tenagakerja Cikarang
Serahkan : Santunan jaminan kematian tersebut secara simbolis diserahkan pada kegiatan Rapat Minggon Desa Karang Mukti oleh Kepala Bidang Kepersertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Cikarang, Achmad Hidayat didampingi Kepala Desa Karang Mukti, Sumardi kepada ahli waris. (fot-ane)

Segini, Ahli Waris Pengepul  Rongsokan Terima Klaim Santunan BPJS Tenagakerja Cikarang

Bekasi, koranpelita.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cikarang Bekasi serahkan klaim jaminan kematian kepada ahli waris Alm Manyin peserta berprofesi sebagai pengepul barang rongsokan yang terdaftar sebagai peserta mandiri atau Bukan Penerima Upah (BPU).

Penyerahan santunan Jaminan Kematian dilakukan pada tanggal 13 Februari 2020 bertempat di Aula Kantor Desa Karang Mukti Kabupaten Bekasi.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang, Achmad Fatoni mengatakan, Alm Manyin terdaftar sebagai peserta mandiri atau Bukan Penerima Upah (BPU). Total manfaat yang didapatkan oleh ahli waris sebesar 42 jt. Alm terdaftar menjadi peserta sejak tahun 2015.

”Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya mengucapkan turut berduka cita. Semoga santunan ini bisa bermanfaat untuk membantu kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan,”katanya.

Selain itu, dirinya menekankan program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya bagi peserta kantoran atau yang biasa disebut Penerima Upah (PU). Namun, bisa juga untuk melindungi seluruh peserta dalam kategori Bukan Penerima Upah (BPU).

“Santunan ini merupakan tanggung jawab kami kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan jika terjadi risiko kecelakaan kerja maupun kematian terhadap peserta kami, maka tugas kami adalah wajib memenuhi tanggungjawab kepada peserta ataupun ahli waris,”katanya.

Diharapkan dengan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi  dapat bekerja lebih produktif karena merasa aman dan nyaman karena telah terlindungi dari resiko-resiko sosial ekonomi yang mungkin dialami.

Karena, kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan, pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut yang meliputi : Pemberi Kerja; Pekerja di luar hubungan kerja atau Pekerja mandiri dan Pekerja yang tidak termasuk pekerja di luar hubungan kerja yang bukan menerima Upah, contoh Tukang Ojek, Supir Angkot, Pedagang Keliling, Dokter, Pengacara/Advokat, Artis, dan lain-lain.

“Mereka dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap dengan memilih program sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta. Peserta dapat mendaftar sendiri langsung ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan atau mendaftar melalui wadah/kelompok/Mitra/Payment Point (Aggregator/Perbankan) yang telah melakukan Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan,”terangnya.

Sesuai dengan PP no. 82 tahun 2019, BP Jamsostek mengalami peningkatan manfaat. Peningkatan manfaat diperuntukan untuk program Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja. Untuk program Jaminan Kematian ada peningkatan manfaat dari yang sebelumnya total santunan 24 jt menjadi 42 juta, selain itu manfaat beasiswa untuk anak pun juga bertambah dari yang awalnya hanya untuk 1 orang anak dengan total 12 jt menjadi untuk 2 orang anak dengan total 174 jt. Beasiswa ini untuk pendidikan anak dari SD hingga Perguruan Tinggi.

Untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja ada peningkatan manfaat biaya transportasi untuk angkutan darat menjadi 5 jt dari awalnya 1 juta, angkutan laut menjadi 2 juta dari awalnya 1,5 jt, dan angkutan udara menjadi 10 jt dari awalnya 2,5 jt. Kemudian pada PP terbaru terdapat manfaat layanan tambahan berupa homecare dengan pertanggungan sebesar 20 jt.

Untuk Santunan Sementara Tidak Mampu bekerja pun ikut mengalami kenaikan, dari yang awalnya dibayarkan 100% untuk 6 bulan pertama menjadi dibayarkan 100% untuk 12 bulan pertama dan 50% untuk bulan seterusnya hingga sembuh.

Selain itu peserta yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia, juga akan mendapatkan kenaikan manfaat yang sama yaitu santunan kematian 42 jt dan beasiswa untuk 2 orang anak sebesar 174 jt.(ane)

About dwidjo -

Check Also

Kepala Kemenag Kab Bekasi Meminta Inovasi Guru Dalam PBM Daring

Cikarang, koranpelita.com – DIMASA Pandemi Covid -19, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi saat ini memberlakukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *