Kejati Serahkan Tahap II 5 Tersangka Kasus Pipa Air Bersih ke Kejari Banjar

Banjarmasin, Koranpelita.com

Penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan (Kalsel) Kamis (12/12/2019) siang lalu, menyerahkan berkas tahap II beserta 5 tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sarana prasarana penunjang air bersih pedesaan di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Banjar tahun anggaran 2016, kepada bidang penuntutan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar Martapura.

Sebelumnya, proses penyerahan berkas dan kelima tersangka tersebut di gelar tertutup di ruang penyidik Pidsus Kejati Kalsel dan berjalan sekitar tiga jam lebih.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalsel, Dwiyanto Prihartono, membenarkan ke lima tersangka diproses untuk diserahkan dari penyidik Kejati, ke penuntut umum Kejari Banjar guna proses selanjutnya.

“Iya benar hari ini dilakukan tahap II terhadap 5 tersangka korupsi pipanisasi Kabupaten Banjar,” kata dia.
Untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU), imbuh Dwiyanto dilaksanakan secara gabungan dari Kejati Kalsel dan Kejari Banjar. Tetapi surat perintahnya (sprin) dari Kejari Banjar.

Kasi Pidana Khusus, Kejari Banjar, Tri Taruna Fariadi juga membenarkan telah menerima penyerahan 5 tersangka korupsi pipanisasi Kabupaten Banjar dari tim penyidik Kejati Kalsel hari itu.

Sedang teknis penahanan, sebut Tri, tetap akan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam Jalan Sutoyo S Banjarmasin.

Ditanya apakah ada penangguhan penahanan? Tri mengatakan tidak ada.
Adapun proses selanjutnya, sejak diserahkan ke penuntutan, maka Selasa pekan depan, ke 5 tersangka akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.
“Selasa depan akan kita limpahkan ke pengadilan,” kata dia.

Sebelumnya, Kamis 28 Nopember 2019 lalu, jaksa penyidik Kejati Kalsel melakukan penahanan terhadap para tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan sarana prasarana penunjang air bersih di Dinas Perkim Kabupaten Banjar itu.

Kelima tersangka yaitu, Boy Rachmad Noor, Langgeng Sri Wahyuni, Edy mulyono, Harniah dan Mahmud sidik.(Ipik)

About dwidjo -

Check Also

Masyarakat dan Supir Keluhkan Jalan Propinsi Rusak Parah

Sintang, Koranpelita.com  Jalan propinsi Nanga Mau Tebida rusak. Masyarakat dan sopir mengeluhkan kondisi jalan berlumpur. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *