Sumaryoto: Idealnya UN Diganti Dengan Ebtanas

Jakarta, Koranpelita.com

Menanggapi kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang akan menhapuskan Ujian  Unindra Nasional.

Rektor Universitas Indraprasta (Unindra)  Prof Sumaryoto berpendapat, memang kalau ingin ditiadakan sistem Ujian Nasional sebaiknya kembali seperti era orde baru saja.

“Kalau memang kebijakan itu benar menurut Mendikbud silahkan dilaksanakan jangan merasa canggung dan malu,” ujar Sumaryoto ketika ditemui KORANPELITA.COM, di Jakarta, Senin (02/12/2019).

Dikatakan Sumaryoto, ada 2 (dua) komponen yang pertama adalah ada Nilai Murni dari hasil evaluasi belajar lalu yang kedua adanya campur tangan guru sebagai pendidik yang tentunya mengetahui persis keseharian siswanya dan seterusnya.

Nilai murni ini untuk bahan pemetaan bagaimana kualitas pembelajaran masing-masing wilayah sekolah, sehingga nanti bisa untuk membuat kebijakan dalam rangka pembinaan sedangkan campur tangan guru supaya yang bersangkutan atau siswanya bisa tamat belajar.

Untuk evaluasinya sendiri adalah menilai untuk bagaimana hasil kegiatan suatu program, mengevaluasikan sama saja menilai juga, jadi artinya assemen atau evaluasi itu prinsif sama saja, karena kalau evaluasi itu tidak ada kata lulus atau tidak lulus itulah perbedaannya, sedangkan kalau Ujian Nasional harus ada lulus dan tidak lulus.

Makanya kalau evaluasi hasilnya sudah tamat sehingga dinyatakan tamat belajar sudah selesai program dengan kurikulum tertentu dinyatakan tamat itulah hasil evaluasinya seperti itu.

Ketika disinggung sistem pendidikan berbasis milineal, dirinya berkata bahwa pendidikan sistem berbasis Milenial tersebut dikarenakan adanya perkembangan teknologi. Jadi dengan adanya teknologi maju sekarang ini proses pembelajaran, kemudian evaluasinya termasuk out put yang ditargetkan tersebut memang harus menjelaskan dengan kemajuan teknologi.

Sedangakan saat di tanya mengenai anggaran Kementerian pendidikan 20 persen dari APBN masih dirasakan cukup besar sebaiknya apakah untuk siatem pendidikan atau ke guru terlebih dahulu Prof Sumaryoto menjawab bahwa guru sebagai bagian dalam satu sistem pendidikan nasional karena dalam siatem pendidikan itukan ada yang namanya tenaga kependidikan, proses pendidikannya dan sebagainya,

“Saya kira sudah betul masuk dalam anggaran di angka 20 persen sistem pendidikan tersebut dan sebetulnya sudah sangat cukup anggaran 20 pesen untuk membina pendidikan Indonesia kedepan,” tandasnya.(han)

About redaksi

Check Also

Polimedia Optimis Menuju Kampus Center of Excellece Kreatif dengan Karya Mahasiswa dan Dosen

Jakarta, Koranpelita.com Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) optimis menjadi perguruan tinggi negeri menuju Center of …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca