Kita Pewaris Darah Pejuang

Kita adalah pewaris sah darah pejuang. Kakek nenek kita para pejuang. Merek meneteskan keringat dan air mata, kita penerusnya tidak hendak berpangku tangan.

Berjuang sampai tetes darah terakhir, semua untuk kemaslahatan masyarakat dan bangsa. Untuk membangun Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan merdeka.

Kita generasi penerus, berkhidmat melalui medan juang masing-masing. Membangun manusia Indonesia yang cerdas, berkemajuan, berkeadilan.

Pena menjadi senjata, meski sayup terdengar dikemeriahan pembangunan. Kadang tak terasa, sering tak terdengar, namun tetap ada untuk negeri tercinta, Indonesia.

Koranpelita.com hadir mendedikasikan diri untuk semangat juang para pahlawan. Para pejuang, utamanya pejuang pers di Republik Indonesia.

Koranpelita.com mewarisi semua itu, berangkat dari Harian Umum Pelita yang melegenda, Pelita yang terpaksa harus berhenti di era digitalisasi, tepat 31 Desember 2018 menjelang setengah berbakti kepada negeri.

Eksponen Pelita merefleksikan diri menjadi Koranpelita, mengawali hadir dengan edisi online. Merangkak mencoba menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat pembaca, Koranpelita.com hadir dalam edisi cetak.

Sebagai pewaris darah para pejuang, Koranpelita.com tidak hendak meninggalkan semangat perjuangan. Dengan bersusah payah Koranpelita bangkit, membawa semangat juang dengan harapan maju bersama untuk kemaslahatan masyarakat dan bangsa.

Berbagai keterbatasan itu justru melecut untuk maju. Semangat sebagai modal awal, iuran menjadi sarana dan hasil merupakan jalan meraih asa.

Hari Pahlawan dan Hari Santri yang menyemangati kami untuk terbit perdana. Tidak heroik memang, namun di sanubari kami terdalam ada ghiroh meneruskan perjuangan para pahlawan, para santri dan kyai.

Resolusi jihad hadratusyaik Hasyim Asy’ari dan teriakan Bung Tomo, bertalu Allahu Akbar dan Merdeka. Lasykar Hizbullah dengan semangat muda dan Lasykar Fisabilillah doa para pinisepuh, menyemangati kami untuk terus maju..

Lasykar Hizbullah Fisabilillah tidak memiliki senjata modern, harus menghadapi sekutu dengan persenjataan lengkap dan modern. Koranpelita.com tidak memiliki amunisi, kecuali semangat juang. Menghadapi liberalisme pers kami hanyalah debudan kerikil jalanan. Seperti lasykar Hizbullah Fisabilillah menghadapi hegemoni sekutu.

Semangat kami membara, mendidih menghadapi hegemoni informasi yang berjalan satu arah, tidak terbendung dan tidak berdaya. Kami berusaha menampilkan warna-warni kehidupan, seperti sunatullah. Ada keadilan seperti siang dan malam, laki-laki dan perempuan. Ada keadilan, ada kemerdekaan dan ada kesejahteraan. Semoga

About dwidjo -

Check Also

Di Samigaluh, Menanti Hujan

Mendekati pertengahan bulan September belum ada tanda-tanda akan hujan di rumah Samigaluh. Mendung silih-berganti muncul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *