BJ Habibie Di Mata Para Lansia dan Jompo

Bandung, Koranpelita.com

Muda berkarya, tua bahagia. Itu harapan semua orang. Ada orang yang mampu menggapai, banyak orang yang tidak dapat merengkuhnya.

Bachruddin Jusuf Habibie, sosok manusia Indonesia yang paripurna. Semua sudah dirasakan, termasuk saat ini menyelesaikan tugas sebagai Khalifah di muka bumi, meninggalkan dunia menemui Sang Khalik dengan tenang, semoga Husnul Khotimah.

Jalan Sersan Bajuri, Ledeng, Bandung, Jawa Barat menjadu saksi setitik kebaikan keluarga BJ Habibie yang terekam warga.

Di sana berdiri villa yang sangat bagus dan besar. Sejak tahun 1980 sampai saat ini, pemilik Villa itu menyuruh pegawai yang bekerja di villa untuk mendata orang lanjut usia dan jompo di sekitar tempat villa berdiri.

Pemilik villa yang tidak lain keluarga BJ Habibie itu menyuruh pegawainya agar tiap hari memasak dan membagikan makanan dalam rantang untuk manula yang sudah terdata itu.

Setiap hari, pagi dan sore manula itu dengan suka cita datang ke villa itu untuk mendapatkan serantang besar makanan bergizi.

Ketika pemilik villa itu ada di sana, dan warga ingin ketemu, dia tidak segan-segan untuk mempersilahkan. Berbaurlaj dengan para manula itu, ngobrol dan minum kopi bareng dengan satpam dan pegawainya.

Tidak banyak yang tahu kisah ini, karena memang pemilik villa itu tidak mau mempublikasikan. Namun demikianlah cerita dari warga yang tinggal di Jalan Sersan Bajuri ketika mengenang pemilik villa itu.

Di Kelurahan Isola, Sukasari, Kota Bandung saat ditanya sosok Bacharuddin Jusuf Habibie. Akan terlontar jawaban, sangat baik murah dan ramah.

Sejak tahun 1980-an, Presiden ke-3 Republik Indonesia itu tinggal di Bandung dan banyak memberi. Dapur Jompo, di RT 1 RW 4 Kelurahan Isola.

BJ Habibie membangun pondok untuk merawat lansia dan menyediakan makanan gratis. “Pak Habibie ingin agar jompo itu sehat dan segar, tidak sakit-sakitan. Dapur Jompo ini sudah berdiri sejak tahun 1982,” ujar Aan (54), pengawas Dapur Jompo di Isola saat ditemui Kamis (12/9/2019).

Setiap hari dapur memasak berbagai menu lauk pauk telur, sayur, pindang dan lainnya.

“Asalnya diantar ke rumah, tapi agar lansia bisa saling berinteraksi, akhirnya mengambil saja makanannya di sini,” katanya.

Seluruh bahan masakan didatangkan langsung pekerja di rumah Habibie yang tak jauh dari Dapur Jompo. Tak jarang, warga yang ingin berkontribusi pun datang memberikan bahan makanan.

“Bu Ainun pun pernah datang ke sini dan mengobrol, senang sekali rasanya,” kenangnya.

Berita meninggalnya BJ Habibie, Aan dan warga merasa kehilangan. “Eyang itu orangnya baik, ada beberapa warga tak mampu juga yang mendapatkan sembako setiap bulannya,” ucapnya. (djo)

About dwidjo -

Check Also

NKS Menulis: Sharing Energi untuk Anak Negeri

Saya niatkan, kali ini, untuk menulis tentang cinta. Sebuah kata indah yang membuat semangat melompat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *