Komnas Anak: Beasiswa Bulutangkis, Iklan Rokok Terselubung

Jakarta,Koranpelita.com

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, tidaklah terbantahkan penggunaan Brand Image Djarum dan Jersey yang dipakai anak sebagai peserta Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum adalah iklan terselubung rokok.

Hal itu merupakan praktek eksploitasi terhadap anak yakni memanfaatkan anak untuk memperkenalkan kepada anak bahwa rokok adalah produk normal.

“Disamping itu, tidaklah juga bisa terbantahkan dan terpisahkan bahwa brand image Djarum dan Jersey yang digunakan peserta audisi identik dengan Rokok Djarum. Ini “terkesan” adalah cara jitu industri rokok memperkenalkan produknya kepada anak. Dengan acara ini ribuan anak-anak secara tidak langsung diperkenalkan dengan rokok,” ujar Arist kepada Koranpelita.com, Ahad (08/9/2019) malam.

Oleh sebab itu menurut Arist, dalam perspektif perlindungan anak dari bahaya zat adiktif termasuk bahaya rokok dan demi kepentingan terbaik anak atas haknya terhadap kesehatan dasar, tidaklah berlebihan jika Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi independen yang diberikan mandat tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan Anak

“Komnas PA menolak secara tegas segala bentuk iklan, promosi dan sponsor rokok dikalangan anak-anak melalui pencarian minat dan bakat anak atas olahraga bulutangkis,” tegasnya

Arist menjelaskan, bahwa target sasaran iklan, promosi dan sponsor rokok adalah anak-anak remaja sebagai pengganti perokok yang sakit dan bahkan meninggal dunia, oleh sebab itu Komnas Perlindungan Anak secara Total (Total ban) menolak segala bentuk Iklan promosi dan sponsor rokok.

“Semua orang tahu bahwa anak korban eksploitasi industri rokok secara “subsitusi” selalu menempatkan bahwa remaja adalah target pasar untuk menggantikan rokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok,” jelasnya.

Kemudian secara “kontinuitas” industri rokok mengatakan bahwa semakin dini remaja merokok semakin besar keuntungan bagi ini rokok karena anak adalah bisnis konsumen jangka panjang sementara dalam pendekatan “loyalitas” remaja sangat loyal terhadap merek rokok yang dihisapnya.

Lebih lanjut Arist mengatakan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi anak menjadi perokok adalah iklan promosi dan sponsor rokok, kemudian akses anak terhadap rokok sebab Rokok dapat dijual batangan dengan harga murah dan ditengah kehidupan masyarakat rokok dianggap hal yang biasa dan normal serta secara sosial orang-orang merokok di mana saja dan kapan saja.

Disamping itu, industri rokok selalu menargetkan bahwa “Remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok” sebab mayoritas perokok memulai dan mengenal rokok ketika remaja.

Oleh sebab itu kata dia, perokok remaja telah menjadi faktor penting dalam perkembangan setiap industri rokok. Dalam 50 tahun terakhir ini perokok remaja adalah satu-satunya sumber pokok pengganti.

“Jika remaja tidak merokok maka industri rokok akan kehilangan pelanggan. Inilah yang disebut anak Indonesia berada dalam situasi darurat rokok,” terang Arist.

Dengan demikian bersesuaian dengan dan atas UU RI Nonor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, UU RI tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor : 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan dan melarang menggunakan logo dan brand image produk tembakau memberikan apreasi kepada PB Djarum yang telah memutuskan untuk meniadakan event audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum yang meggunakan brand Image Djarum dan Jersey yang digunakan anak sepajang pencarian bakat dan minat anak atas olahraga bulutangkis yang disampaikan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Founfation dalam keterangan persnya di Hotel Aston Imperium pada Sabtu (07/9) kemarin. (ivn)

 

 

About dwidjo -

Check Also

PWI Kalteng Kembali Gelar Orientasi

Palangka Raya, Koranpelita.com Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah, kembali menggelar orientasi keorganisasian dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *