Banjarmasin, Koranpelita.com
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor berkomitmen memajukan dunia pendidikan di Kalimantan Selatan (Kalsel) sesuai dengan Misi-Visi Kalsel Cerdas.
Salah satu komitmen orang nomor satu di Bumi Lambung Mangkurat tersebut melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa miskin yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.
Gubernur yang karib disapa Paman Birin menelurkan kebijakan tersebut, karena Kalsel hingga saat ini masih kekurangan tenaga dokter, sehingga dipandang perlu untuk menyokong bantuan berupa beasiswa yang telah digulirkan setiap tahun sejak resmi menjabat sebagai Gubernur Kalsel.
“Program prioritas ini sejak tahun 2017, berlanjut di tahun 2018, 2019 dan kembali diusulkan dalam anggaran 2020 mendatang,” ujar Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Muhammadun, disela rapat bersama Komisi IV DPRD Kalsel di Banjarmasin, Senin (29/7/2019).
Menurut Muhammadun, program beasiswa ini diprioritaskan bagi mahasiswa miskin yang diterima kuliah di Fakultas Kedokteran ULM Banjarmasin.
“Kalsel kan masih kekurangan tenaga dokter, sehingga Paman Birin komitmen memajukan dan mencerdaskan anak Banua, sesuai dengan visinya melalui ‘Kalsel Cerdas’ kata Madun
Salahsatu program andalannya, yaitu,
memberikan beasiswa bagi anak miskin yang kuliah di Fakultas Kedokteran, dan mereka yang dipilih sama sekali tidak perlu bayar kuliah mulai dari tesisnya, tempat tinggal hingga biaya kuliahnya.
Untuk itu, Disdikbud Kalsel menyiapkan dana dan menarget sebanyak 13 orang penerima beasiswa terealissi menjadi dokter setiap tahun dari target keseluruhannya sebanyak 36 orang.
“Beasiswa yang diberikan itu sampai dia tamat jadi dokter,” tandasnya.
Madun menjelaskan, dengan anak Banua yang tamat menjadi dokter, terutama dari kalangan anak-anak miskin maka jumlah tenaga dokter di Kalsel dapat terpenuhi dan bisa memutus rantai kemiskinan.
Diapun menggaribawahi jika penerima beasiswa ini memang pilihan bagi mereka yang lulus diterima kuliah di Fakultas Kedokteran dan termasuk anak-anak yang tidak mampu. Artinya dari keluarga miskin, misalnya memiliki KIP dan kartu PKH, kemudian dilakukan verifikasi melalui staf dari bidang SMA yang melihat langsung kehidupan calon penerima beasiswa tersebut.
Sedang program beasiswa ini sudah berjalan sejak tahun 2017 hingga kembali diusulkan dalam anggaran 2020 mendatang.
“Misalnya jika hanya ada enam orang yang diterima di Fakultas Kedokteran, maka sesuai jumlah mahasiswa miskin itu kita berikan beasiswanya,” pungkas Madun.
Sedang Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Yazidie Fauzy, menyebutkan, apapun progam yang diusulkan, maka dewan akan mendukung penuh.
Terlebih, program yang diusulkan merupakan penjabaran dari visi-misi gubernur, yaitu masyarakat Kalsel harus cerdas, sehingga Komisi IV membidangi pendidikan akan mensupport. ” Kalo itu menyangkut peningkatan kualitas SDM masyarakat kita, maka kita akan support,” pungkas Politisi PKB ini. (Ipik)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia