Kontingen Padurenan Juara I Festival Bedug dan Dondang Mustika Jaya

Bekasi, Koranpelita.com

Pesta rakyat Festival Bedug dan Dongdang kembali digelar masyarakat Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu (14/7). Hajat tahunan ini digelar di Stadion Mini Natrom Nur Samsu, Mustikajaya, dibuka Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Beberapa pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) yang nampak hadir diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi Teddy Hafni, Kepala Kesbangpol Kota Bekasi Cecep Suherlan, dan Camat Mustikajaya Gutus Hermawan. Tak ketinggalan Kepala Disperkimtan Kota Bekasi Jumhana Luthfi yang juga sebagai pencentus awal kegiatan Festival Bedug dan Dongdang saat dirinya masih menjabat Camat Mustikajaya.

Dalam agenda ini, tiap tiap kelurahan wajib mengirimkan kontingennya dengan melibatkan segala unsur mulai dari aparatur kelurahan, pengurus RT dan RW, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Selanjutnya, dewan juri akan menilai masing-masing kontingen dalam dua kategori penilaian, dari keindahan dalam menabuh bedug dan aneka makanan yang di sajikan dalam dongdang yang mereka bawa.

Dongdang ini merupakan tradisi budaya Betawi yang biasa digunakan dalam prosesi pernikahan. Dongdang biasanya menyajikan beraneka ragam masakan atau makanan yang menjadi seserahan calon mempelai pengantin.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, mengharapkan adanya Festival Bedug dan Dongdang ini dapat membangun karakter masyarakat untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan tradisional

.“Kelak bisa menjadi tujuan wisata yang setiap tahun dilaksanakan dengan skala yang lebih besar dan lebih meriah,” ujarnya.

Wali Kota juga menilai keberhasilan ini tak lepas dari kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Mustikajaya dalam wujud semangat bergotong royong. “Ini perlu kita apresiasi, dan dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Mustikajaya Gutus Hermawan menjelaskan kegiatan Festival Bedug dan Dongdang sudah dimulai sejak tahun 2005 lalu. “Tahun ini merupakan kegiatan yang ke 14 kalinya digelar, dan tingkat antusias masyarakat semakin meningkat dalam merayakan pesta rakyat ini,” ujarnya.

Gutus menyatakan budaya lokal ini terlaksana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. “Kegiatan ini murni swadaya masyarakat, dengan rasa kebersamaan yang tinggi untuk terus mempertahankan kebudayaan tradisional,”

Setelah melalui proses penilaian, kontingen Kelurahan Padurenan menyabet Juara I, Kelurahan Cimuning meraih gelar Juara II. dan kontingen dari Kelurahan Mustikajaya dan Mustikasari meraih gelar Juara III Bersama. (mbh)

About dwidjo -

Check Also

KKP Pratama Sintang Gelar BDS UMKM

Sintang, koranpelita.com Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sintang mengadakan Bussines Development Services (BDS) Kuliner kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *