Rumah Zakat Targetkan 15 Ribu Pegurban Tahun Ini

Rumah Zakat Targetkan 15 Ribu Pegurban Tahun Ini

Jakarta, koranpelita.com

Menyambut Idul Adha tahun 2019 ini Rumah Zakat menargetkan 15 ribu pequrban dengan satu juta paket Superqurban untuk di distribusikan.

Nur Efendi, CEO Rumah Zakat di Jakarta, Rabu (10/7/2019) mengatakan, dengan gizi seimbang, masyarakat desa akan memiliki energi lebih produktif, maju, dan berdaya. Demikian juga dengan masyarakat terdampak bencana. “Dalam kondisi serba terbatas karena bencana asupan pangan sumber protein sangat dibutuhkan. Terutama sebagai sumber energi bagi mereka. Disinilah Superqurban berperan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Nur.

Penyaluran hingga Mancanegara Solusi pemenuhan pangan tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat yang ada di Indonesia, tapi juga bagi para pengungsi di Empat Negara yang mengalami bencana perang maupun kelaparan seperti Palestina, Suriah, Myanmar, dan Bangladesh.

Selama tahun 2018 – 2019 Superqurban tersalurkan bagi ribuan pengungsi tersebut. “Karena praktis saat disalurkan dan tahan lama, Superqurban menjadi paket andalan dalam penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di luar Indonesia. Dengan demikian kami berharap Superqurban benar-benar bisa menjadi solusi ketahanan pangan bagi Indonesia dan Dunia,” jelas Nur.

Nur mengatakan, meraih penghargaan MURI Inovasi Superqurban yang digulirkan sejak tahun 2000 mendapat apresiasi dari berbagai pihak salah satunya Museum Rekor Indonesia (MURI). Menjadi pioneer dalam melakukan inovasi mengolah daging qurban menjadi kornet dan rendang, Rumah Zakat mendapatkan penghargaan sebagai Pengolah dan Pengemas Daging Qurban Pertama di indonesia dari MURI.

“Alhamdulillah, semoga penghargaan ini menjadi pemicu kami menjadi lebih baik. Tidak hanya menjadi yang pertama tapi jadi yang terbaik,” kata Nur.

Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang.

Proses tersebut dilakukan sesuai syariah yang dicontohkan pada zaman Nabi. Hewan qurban dipilih yang sudah sesuai umur, sehat, dan tidak ada cacat berdasarkan pengawasan dewan syariah dan dokter hewan. Pemotongannya dilakukan di hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik.

“Superqurban ini sesuai hadist yang
disampaikan oleh Aisyah, bahwa dahulu mereka biasa mengasinkan (mengawetkan) daging udhiyyah (qurban) sehingga mereka bawa ke Madinah. Kemudian Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari,” (HR. Bukhari-Muslim).” ungkap Nur.

Diproses dengan menggunakan tehnologi tinggi, Superqurban bisa tahan hingga tiga tahun. Hal ini yang membuat Superqurban bisa dinikmati sepanjang tahun oleh masyarakat pelosok Indonesia bahkan Dunia. Solusi Ketahanan Pangan Sebagai negara yang terletak di wilayah yang rawan bencana, Indonesia harus terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana serta potensi kerawanan pangan yang bersifat transien sebagai dampak bencana.

Melalui program Superqurban Rumah Zakat memberikan solusi dalam ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang terkena bencana tersebut. Selama 2018 Rumah Zakat telah menyalurkan 502.521 paket Superqurban untuk 251.257 penerima manfaat.

Sedangkan dari Januari hingga Juni 2019 Rumah Zakat telah menyalurkan 161.986 paket Superqurban untuk 80.993 penerima manfaat. Dengan jumlah terbanyak disalurkan di desa dan pelosok, kemudian terbanyak kedua untuk wilayah bencana.(Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Logo Baru GGRP Semangat Inovasi Tinggi Membangun Negeri

Jakarta,Koranpelita.com PT. Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) dan Gunung Steel Group tak berhenti menempa diri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *