Kasimin Merajut Harinya dengan Memperbaiki Sepatu-Sandal di Sampit

Sampit, Koranpelita.com.

Mungkin tak terbayangkan bagi seorang Kasimin, kelahiran Solo , Jawa Tengah 62 tahun lalu. Lebih 40 tahun jalan hidupnya harus dilakoni di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalteng , sebagai tukang perbaiki sepatu dan sandal , terkadang ada yang dijahit, di lem atau keduanya sekaligus.

Kepada jurnalis media ini , Kasimin mengaku mengeluti pekerjaannya sebagai tukang perbaiki sepatu dan sandal sejak tahun 1976 silam.

Lokasi sekarang ia mangkal menggeluti pekerjaan ini di sebuah gang kecil di komplek pertokoan di Jalan Rahadi Usman Sampit, yang juga merupakan termasuk kawasan Pasar Besar Sampit.

Diungkapkan Kasimin,lokasi pekerjaan yang ia geluti ini adalah lokasi kedua selama ia mencari nafkah di Sampit bergelut di bidang jasa perbaikan sepatu dan sandal.

Sebelumnya ia mangkal , di depan Pasar PPM Sampit jalan Iskandar di Kota tepian Sungai Mentaya ini. Karena saat kerusuhan etnis tahun 2001 lalu di Sampit ,tempat penampungan dan pertokoan depan PPM Sampit terbakar.

Ia kemudian pindah di sudut gang pertokoan ini, dalam mengais rejeky hingga sekarang.

Menurut Kasimin, dari pekerjaan menjual jasa memperbaiki sepatu sandal ini, penghasilan yang ia dapat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari dan biaya anak sekolah.

Baginya, tak merasa malu bekerja sebagai tukang perbaiki sepatu dan sandal .Karena merupakan pekerjaan yang halal dan rejeky yang baik untuk menafkahi dirinya sekeluarga.

Kasimin yang memiliki dua orang anak dan tiga orang cucu ini berpandangan, jalan hidup yang ia jalani patut disyukuri termasuk kesehatan yang diberikan Tuhan.Sehingga ia dapat bekerja sehari -hari untuk mencari nafkah bagi keluarga.

Saat di kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah sana,tak pernah membayangkan merantau ke Sampit akan menjadi tukang perbaiki sepatu dan sandal.

Kasimin juga tak menghitung sudah berapa banyak sepatu dan sandal yang telah ia perbaiki. Yang Kasimin ingat, hanyalah ia menggeluti pekerjaan ini di Sampit sejak tahun 1976 dan kini usianya telah mencapai 62 tahun.

Tapi terlihat badannya masih tegap dan wajahnya lebih muda dari usianya.

Kasimin yang merenda hari dengan menggeluti pekerjaan sebagai tukang perbaiki sepatu dan sandal ini berpandangan , semuanya dijalani dengan lapang dada tanpa keluh kesah.

Selain jangan lupa selalu bersyukur dan berdoa kepada Sang Maha Pencipta, sebab disadarinya kita manusia sebagai makhluk yang lemah di muka bumi ini, meskipun makhluk paling sempurna dari makhluk lainnya. ( Ruslan AG ).

About dwidjo -

Check Also

Di Samigaluh, Menanti Hujan

Mendekati pertengahan bulan September belum ada tanda-tanda akan hujan di rumah Samigaluh. Mendung silih-berganti muncul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *