PENGOBATAN GRATIS- Yonif 755/Yalet/20/3/Kostrad memberikan pengobatan gratis kepada warga kampung Nggolar. (Dispenad)

Yonif 755/Kostrad Sambangi Kampung Terisolir di Tepian Sungai Maro 

Dalam rangka memperingati HUT Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Ke-58, Yonif 755/Yalet/20/3/Kostrad melaksanakan anjangsana ke Kampung Terisolir yang hidupnya hanya mengandalkan berburu binatang dan meramu tumbuhan hutan.

Merauke, Koranpelita.com– Aster Divif 3/Kostrad Kolonel Inf Imam Purnomo Hadi mengungkapkan, Kampung terisolir tersebut adalah Nggolar yang berada di Distrik Wasur dan hidup di tepian Sungai Maro yang membelah Kota Merauke.

“Kampung ini bertahan hidup dengan mengandalkan hasil hutan, yakni menjadi dengan berburu dan meramu,”ujar Aster Divif 3/Kostrad Kolonel Inf Imam Purnomo Hadi dalam keterangan persnya, kemarin.

Maksudnya, lanjut Imam, warga Nggolar tersebut memenuhi kebutuhan dengan cara mengumpulkan bahan makanan dari tumbuhan dan berburu binatang yang ada di hutan. “Sangat kontras, padahal disekitar  sungai tersebut terdapat distrik penghasil  pangan. Sudah itu pendidikan baru hanya setingkat SD dan untuk melanjutkan harus ke Wasur yang jaraknya sangat jauh,”ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, Danyonif 755/Yalet/20/3/Kostrad Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E beserta anggota jajarannya mengajak Komunitas Jeep Merauke untuk datang ke kampung tersebut.

“Bersama kita melaksanakan anjangsana kesana (kampung Nggolar). Termasuk dengan beberapa anggota Persit (Persatuan Istri Prajurit), melewati jalan berlumpur, rawa, dan medan yang cukup berat, sekitar 8 km dari pusat kota,” ungkapnya

Setelah menempuh 6 jam perjalanan, akhirnya rombongan tiba di kampung yang memiliki jumlah penduduk sekitar 92 kepala keluarga dan 224 jiwa tersebut.

“Saat mendengar informasi tentang warga ini, hati kita semua tergerak. Apalagi setalah tiba di sini, kondisi warga sangat memprihatinkan, tanpa listrik, pendidikan yang minim, jauh dari pelayanan kesehatan, bahkan untuk mendapatkan air bersih mereka harus berjalan kaki berkilo kilo membelah hutan”ujar Agus Rediyanto.

Sementara itu, selain melaksanakan anjangsana dan silaturahmi, Yonif 755/Yalet/20/3/Kostrad juga melaksanakan pengobatan gratis dan memberikan paket sembako, serta pakaian layak pakai kepada masyarakat.

“Kita akan terus berupaya, membantu warga disini, semampu yang kita lakukan. Juga akan kita ajak komponen masyarakat dan pemerintah lainnya untuk membantu mensejahterakan mereka terutama menyiapkan anak-anaknya sebagai generasi muda kompetitif yaitu cerdas, terampil, kreatif dan berwawasan kebangsaan. Kita semua bertekad, akan ada untuk mereka,”tambahnya.

Soter Nauce (tokoh masyarakat yang  juga sebagai sekretaris kampung mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya atas kunjungan dari rombongan Yonif 755/Yalet/20/3/Kostrad, yang telah peduli terhadap kondisi warga Nggolar.

“Kami sangat berterimakasih dan merasa senang atas kunjungan anggota TNI dari Kostrad yang bertemu meski harus menembus hutan, lumpur dan rawa.  Kami semua disini akan selalu mengingat kebaikan jasa dari bapak bapak TNI Kostrad sekalian, dan TNI akan selalu dihati kami,”ungkapnya.(ay)

About dwidjo -

Check Also

Kapolda Jateng Pantau Arus Libur Panjang  di Exit Tol Brebes

Brebes,Koranpelita.com Guna mengantisipasi jumlah kendaraan yang diprediksi akan mengalami kenaikan selama libur panjang dan cuti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *