SEMINAR NASIONAL-Danseskoal Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.Dmenjadi Keynote Speaker  Seminar Nasional Ekspedisi Batas Negeri Kepulauan Mapia, Supiori, Papua, yang diselenggarakan oleh UKM IPB di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu (2/3).penseskoal

Danseskoal Keynote Speaker Seminar Nasional Uni Konservasi Fauna IPB

Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.Dmenjadi Keynote Speaker pada acara Seminar Nasional Ekspedisi Batas Negeri Kepulauan Mapia, Supiori, Papua, yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu (2/3).

Bogor, Koranpelita.com-Seminar Nasional Ekspedisi Batas Negeri Kepulauan Mapia tersebut merupakan puncak dari publikasi Ekspedisi Batas Negeri Uni Konservasi Fauna IPB 2018. Seminar tersebut mengangkat tema “Pesona Bahari dan Kearifan Lokal Kepulauan Mapia”.

Selain Danseskoal sebagai Keynote Speaker, hadir pula sebagai pembicara lainnya yaitu Bupati Supiori Drs. Jules F. Warikar, M.M., Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ITB Prof Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA dan Direktur Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Balok Budiyanto, M.M.

Dalam paparannya Danseskoal mejelaskan bahwa Kepulauan Mapia memiliki gugus pulau kecil terluar, Pulau Fanildo dan Pulau Brass, yang terletak di utara Papua dan berbatasan langsung dengan Republika Palau. Kepulauan Mapia tersebut  memiliki nilai yang sangat strategis bagi  Indonesia, sekaligus memiliki kerawanan pada setiap  dimensi ruang, yaitu  di daerah pesisir, permukaan laut, dalam air, dasar laut, dan udara. Pengamanan Kepulauan Mapia menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponenbangsa guna menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengelolaan Kepulauan  Mapia meliputi masalah pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum serta masalah kesejahteraan, keamanan sosial, dan kesetaraan akses terhadap perekonomian. Bersama-sama dengan aparat TNI lainnya, Polri, Kementerian terkait, masyarakat dan akademisi, TNI-AL melaksanakan tugas mengamankan Kepulauan Mapia dan menjaga perbatasan maritim berdasarkan kebijakan Pemerintah, Panglima TNI dan Kasal.

Lebih lanjut, Danseskoal mengatakan, untuk mewujudkan tugas pengamanan pulau kecil terluar dan menjaga perbatasan maritim tersebut, maka dilaksanakan strategi yang terintegrasi dan sinergis dari  seluruh pihak sehingga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tegak dan kokoh. Adapun strategi tersebut meliputi Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta pemberdayaan wilayah pertahanan yang diimbangi dengan kebijakan sentralisasi pengelolaan pulau kecil terluar oleh pemerintah pusat.(ay)

 

About dwidjo -

Check Also

Arus Lalu Lintas Di Tol Semarang – Batang Padat Merayap

Semarang,Koranpelita.com Kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang melintas di tol Semarang-Batang sudah mulai terasa masa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *