Oprasional Pelabuhan Yang Stabil Ringankan Biaya Logistik

Jakarta,Koranpelita.com

Biaya logistik di Indonesia masih terbilang tinggi mencapai 23 persen. Dampak pandemik Covid-19 memang menjadi faktor utama kondisi demikian. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Arif Suhartono saat Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang bertajuk “Kaleidoskop 2020: Komitmen Negara Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi Covid-19”, Selasa (29/12/2020). FMB9 digelar secara virtual dari ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.

Untuk membantu meringankan logistik cost, kata dia, pelabuhan harus memperbaiki beberapa hal, diantaranya pelayanan yang stabil dan cepat. “Tidak ada kata lain, selain bagaimana pelabuhan itu memperbaiki pelayanan. Mempercepat service dan kalau bisa harus stabil. Stabil dan tinggi,” katanya.

Arif menjelaskan, bicara soal logistik jika performa pelabuhan stabil maka semua akan merespon dengan membuat planning yang baik. Dampak dari operasional yang stabil dan tinggi pun otomatis akan menurunkan cost yang lain. “Jadi apa yang dilakukan oleh pelabuhan untuk membantu mengurangi logistik cost tidak lain dan tidak bukan adalah memperpendek waktu kapal di pelabuhan,” ujarnya.

Arif juga mencontohkan, hal ini sama dengan angkutan di darat dan di udara. Sebuah bis akan mendapatkan uang jika berjalan dan tidak berhenti di terminal. Hal ini pun sama dengan pesawat. “Kalau pesawatnya stay di dalam airport, dia tidak akan dapat uang,” jelasnya.

Aktivitas arus container juga diakuinya mengalami penurunan 8,3 persen sejak Juni 2020. Namun, kata Arif, capaian aktvitas ini masih lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marives) Luhut B Pandjaitan mengatakan, pengeluaran biaya pengiriman dapat ditekan oleh para pelaku usaha ketika menggunakan infrastruktur yang telah disediakan oleh pemerintah saat ini. Maka dipastikan arus pengiriman barang dapat dilakukan lebih cepat dan hemat.

Sebab, lanjutnya, infrastruktur yang dibangun membuka akses secara langsung dalam menghubungkan sentra perekonomian di daerah daerah lainnya. “Kita dapat menurunkan biaya angkut logistik lebih objektif,” ujarnya.

Luhut memberikan contoh, pelabuhan Patimban di Jawa Barat yang memiliki akses secara langsung ke wilayah sentra perekonomian di sekitarnya. Imbasnya, jarak tempuh yang diperlukan untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut dapat dipangkas secara signifikan. Alhasil, biaya logistik yang dikeluarkan dapat berkurang.

Diproyeksikan, akses infrastruktur yang dibangun pemerintah di sekitar Pelabuhan Patimban berpotensi besar meningkatkan pertumbuhan perekonomian di 10 kawasan industri. Mengingat, kapasitas masif yang biasa menampung hingga 3,75 juta peti kemas dan 750 ribu kendaraan pengangkut.
“Pelabuhan Patimban akan disinergikan dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Rencana kita tadi pelabuhan di daerah pantai sehingga dapat meningkatkan efisiensi,” jelasnya.

Selanjutnya, Menko Marves mengatakan, pembangunan infrastruktur digital juga difokuskan di wilayah sentra perekonomian tersebut. Penggunaan teknologi berbasis digital tentunya akan membuat efiensi pengiriman logistik yang dilakukan dapat segera diwujudkan.

Kemudahan yang ditawarkan melalui teknologi berbasis digital harus diadopsi pada setiap sentra perekonomian. Dengan begitu, sistematis pengelolaan di wilayah tersebut menjadi lebih memudahkan para pelaku usaha yang menggunakan fasilitas itu. “Akan didorong melalui kekuatan infrastruktur digital efisiensi logistik salah satunya,” katanya.

Sinergi antara infrastruktur fisik dan digital akan membawa dampak positif terhadap tiga rencana pemerintah ke depannya. Khususnya pada pembangunan pabrik mobil listrik yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah, meningkatkan ekspor secara signifikan dan pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahun 2021 sebesar Rp417,8 triliun. Kebijakan pembangunan infrastruktur tahun 2021 merupakan pembangunan berkelanjutan pasca-pandemi Covid-19 dengan penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas.

Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube). (FMB9/Jhon/VR/TR). (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Kemenperin Dorong Pemberian Insentif Berbasis Kinerja Lingkungan Industri Lewat Skema Eco-Modulation

Jakarta, Koranpelita.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai mengarahkan penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) ke pendekatan eco …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca