Warga Pulo Ampel Serang Datangi PT Krakatau Shipyard Protes Suara Tembakan

Cilegon, Koranpelita.com

PT Krakatau Shipyard (KS), perusahaan yang bergerak dibidang pemotongan dan pembuatan kapal di datangi sekelompok warga Desa Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Cilegon, Jawa Barat.

Aksi protes tersebut lantaran merasa terganggu dengan suara ledakan seperti tembak menembak di wilayahnya belum lama ini.

Usai bertemu Lurah desa Pulo Ampel, Jumat ( 11/07/2025), salah seorang saksi yang juga perwakilan massa aksi Amirudin, mengatakan bahwa ia mendengar suara tembakan pada Rabu malam, 9 Juli 2025 di depan pintu gerbang PT KS. Menurutnya selama ini desa Pulo Ampel bukanlah tempat latihan militer atau menembak, yang ada justru merupakan kawasan industri.

“Kalaupun seandainya memang ada kegiatan latihan militer, semestinya ada pemberitahuan kepada warga melalui pengurus warga atau Lurah Desa sebelum kegiatan latihan dilaksanakan.

Dan ada jarak tertentu dari lokasi latihan dengan pemukiman warga,” ujarnya  kepada Awak Media di Desa Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Jumat, (11/07/2025).

Amirudin juga mengatakan jika PT KS kerap menggunakan sejumlah oknum berseragam militer untuk melakukan pengamanan dilingkungan perusahaan terutama sejak terjadi beberapa kasus di PT KS, diantaranya peristiwa ledakan yang diduga akibat kecelakaan teknis kerja pada beberapa tahun lalu yang menimbulkan 5 korban jiwa.

“Sekitar pukul 22.00 saya melihat dan mendengar langsung beberapa orang itu seperti menggunakan senjata laras panjang yang membuat hampir semua warga sekitar panik dan ketakutan,” katanya.

Menurut pengakuan Amirudin pemilik warung yang tepat berada tidak jauh dari gerbang masuk komplek galangan kapal tersebut merasa sangat ketakutan dan shock. Bahkan istrinya Heria diwaktu kejadian sampai pingsan dan mengalami trauma dan belum bisa aktifitas normal sampai saat ini.

Selain itu, beberapa pekerja yang sebagian warga desa Pulo Ampel yang sedang melakukan aktifitas di galangan kapal tersebut ikut panik juga. Dari kejadian itu Amir berharap PT KS, menghentikan aksi tembakan tersebut karena membuat warga sekitar khawatir.

“PT Krakatau Shipyard harus bertanggung jawab kepada warga karena merasa sangat ketakutan dan shock. Bahkan istri saya Heria diwaktu kejadian sampai pingsan dan mengalami trauma. Dia juga belum bisa beraktivitas normal sampai saat ini. Beberapa pekerja yang malam itu sedang beraktivitas digalangan kapalpun ikut panik,” tegas Amirudin.

Keadaan itu dibenarkan oleh sang istri Heria, yang mengatakan sebelum terdengar suara rentetan tembakan, dirinya sempat melihat sejumlah orang berpakaian seragam loreng berjalan memasuki pintu gerbang PT KS. Posisi warung yang lokasinya berdekatan dengan area PT KS dan buka selama 24 jam membuatnya dapat mendengar jelas kejadian tersebut.  “Kejadianya malam, ibu lagi duduk sama mereka tuh rame-rame. Di warung sini. Engga ketahuan tuh dari sana tuh di ujung  jalan bunyi dor-dor, Jedar-jeder sampai pintu masuk gudang, orangnya banyak pake baju seragam, saya  ketakutan jadi lemes,  mereka yang lagi duduk ngopi juga panik ketakutan, makanya Ibu sekarang  trauma lihat seragam itu. Saya harap tidak ada lagi kejadian semacam ini, ” akunya dengan suara gemetar.

Dampak dari insiden ini tidak hanya sebatas ketakutan sesaat. Istri Amir, Heria, dikabarkan pingsan di lokasi kejadian akibat syok berat yang dialaminya.

Hingga kini, Heria masih merasakan trauma mendalam dan belum mampu beraktivitas normal. “Istri saya masih sering terbangun di malam hari karena mimpi buruk, membayangkan kembali suara tembakan itu,” sambung Amirudin

Trauma mendalam juga tidak di alami Amirudin dan keluarga saja, sejumlah pekerja di galangan kapal yang sebagian besar merupakan warga Pulo Ampel juga merasakan hal yang sama. Mereka mengaku panik dan ketakutan luar biasa saat rentetan tembakan terdengar. “Banyak dari kami langsung berlarian mencari perlindungan, ada yang sampai terjatuh,” cerita seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Pengalaman ini menambah daftar panjang kekhawatiran warga terhadap keamanan dan keselamatan di sekitar area perusahaan.

Mendesak hentikan bentuk aktivitas 

Dalam orasinya, Amir dengan tegas mendesak PT Krakatau Shipyard untuk menghentikan segera segala bentuk aktivitas tembak menembak yang telah meresahkan warga.

Warga juga menuntut adanya jaminan keamanan dari pihak perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Mereka juga menuntut agar perusahaan bertanggung jawab penuh atas segala bentuk kerugian, baik material maupun psikologis, yang dialami warga sekitar. “PT Krakatau Shipyard harus bertanggung jawab kepada warga karena merasa sangat ketakutan dan shock. Ini bukan hanya soal suara, ini soal keamanan hidup kami!,” tegas Amir.

Sementara itu, Boni tokoh Pemuda Desa Pulo Ampel sangat mengutuk keras tindakan yang terkesan arogansi dan dan dianggapnya horor. Kedatangan mereka bersenjata lengkap yang secara tiba-tiba yang menurut warga desa tanpa izin pemerintahan desa Pulo Ampel saat melakukan rentetan tembakan di malam kejadian.

Ia menduga kuat bahwa aksi tembakan tersebut dilakukan oleh oknum aparat yang bertindak di luar prosedur yang jelas. Tidak itu saja, Boni juga memaparkan kejanggalan-kejanggalan yang ia temukan. Pertama, sebelum malam kejadian, ia dan tim pengamanan aset PT Bangun Persada Regatama (BPR) sudah beberapa hari berada di lokasi untuk persiapan proses pemindahan tongkang. “Kami sudah ada di sana, mengatur logistik dan persiapan, tiba-tiba ada insiden tembakan itu,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kuasa Hukum PT Bangun Persada Regatama (BPR) Tobyas Ndiwa turut mengecam tindakan sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab yang diduga tidak sesuai prosedural. Dimana sebelum malam kejadian, ia dan tim pengamanan aset milik kliennya (PT BPR) telah berada diarea galangan kapal selama beberapa hari dalam rangka persiapan dan rencana proses pemindahan tongkang milik klien.

“Setelah melihat surat permohonan latihan  yang beredar luas dimasyarakat, kami menduga kegiatan yang dilakukan bukanlah kegiatan resmi dari pasukan elit tersebut,” ujar Tobyas yang berada ditengah massa aksi.

Lokasi latihan adalah bukan area latihan tembak resmi, namun area bisnis galangan kapal milik PT. Krakatau Shipyard yang bersebelahan dengan pemukiman penduduk desa Pulo Ampel,” pungkasnya.

Akibat peristiwa yang diduga sebagai bunyi letusan senjata api didalam area PT SK pada Rabu malam itu, banyak warga yang mengajukan protes ke Lurah desa Ampel. “Lokasi latihan adalah bukan area latihan tembak resmi, namun area bisnis galangan kapal milik PT. Krakatau Shipyard yang bersebelahan dengan pemukiman penduduk desa Pulo Ampel,” pungkasnya. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Bermitra dengan Media, Ahmad Luthfi  Komitmen Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik

SEMARANG,KORANPELITA.Com– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali menyatakan komitmennya untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca