Shofiyullah : Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Menjadi Ruang Edukasi Dini Mental Anti Korupsi

Jakarta, Koranpelita.com

Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember menjadi momentum global untuk memperkuat gerakan pemberantasan korupsi, mendorong transparansi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya praktik koruptif.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Shofiyullah saat menanggapi moment hari HAM sedunia di Jakarta. Lebih lanjut menurut Shofiyullah, peringatan ini tidak hanya menyoroti tindakan hukum dan penindakan, tetapi juga mengajak seluruh elemen bangsa pemerintah, mahasiswa, pelajar, dunia pendidikan, hingga masyarakat untuk membangun budaya integritas yang lebih kuat.

Menurutnya di Indonesia, peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia memiliki makna penting karena korupsi masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan nasional. Melalui kampanye, edukasi publik, dan berbagai inisiatif pencegahan, momen ini diharapkan mampu memperkuat komitmen kolektif untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan akuntabel.

Korupsi bukan hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menghambat pembangunan, melemahkan kepercayaan publik, dan menurunkan kualitas layanan pemerintahan.

Hari Anti Korupsi Sedunia mengingatkan masyarakat bahwa tindakan koruptif sekecil apa pun dapat memberikan dampak negatif yang luas.

Shofiyullah menilai pemberantasan korupsi tidak dapat hanya bergantung pada lembaga penegak hukum. Peran masyarakat sangat krusial dalam memberikan pengawasan, melaporkan dugaan pelanggaran, serta membangun lingkungan sosial yang menolak segala bentuk praktik korupsi.

Selain itu dari aspek edukasi, melalui pendidikan dan sosialisasi, generasi muda didorong untuk memahami nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta menolak segala bentuk kecurangan.
“Hari Anti Korupsi Sedunia menjadi ruang edukasi untuk memperkuat karakter bangsa dan membentuk mentalitas antikorupsi sejak usia dini, ” ujar Shofiyullah di Jakarta (9/12/2025).

Baginya korupsi adalah kejahatan yang terorganisir dan terjadi di lintas negara. Karena itu momentum peringatan internasional ini mengajak seluruh negara untuk berkolaborasi dalam memerangi pencucian uang, penyuapan, gratifikasi, dan tindak pidana korupsi lainnya.

Ia optimis, semakin rendah tingkat korupsi, semakin besar anggaran yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik. Pemberantasan korupsi menjadi syarat penting untuk menciptakan kesejahteraan yang merata.

“Dengan edukasi yang berkelanjutan, Hari Anti Korupsi Sedunia mendorong terbentuknya generasi muda yang lebih jujur, sadar hukum, dan menolak segala bentuk penyimpangan”, tutup Shofiyullah. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

TUJUH TAHAPAN INDONESIA MENURUT RAMALAN JAYABAYA.

Catatan Budaya : KP Norman Hadinegoro,SE.MM. Menurut KP Norman pemerhati Budaya Adiluhung , ada beberapa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca