Bantuan Kemanusiaan di Gaza Mengalir diantara Tengah Puing dan Harapan

Gaza, KORANPELITA.Com– Suasana Minggu pagi di Gaza masih diselimuti debu reruntuhan, tetapi di beberapa ruas jalan utama terlihat pergerakan baru: konvoi truk bantuan kemanusiaan PBB dan Palang Merah mulai memasuki wilayah utara Gaza melalui gerbang Rafah dan Kerem Shalom.

Menurut laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), hingga Minggu siang lebih dari 230 truk bantuan telah melintasi perbatasan, membawa bahan makanan, obat-obatan, dan air bersih untuk lebih dari 2,1 juta warga Gaza yang terdampak perang berkepanjangan.

Namun, distribusi masih terkendala oleh akses jalan rusak dan kekurangan bahan bakar.

“Kami membuka koridor kemanusiaan tambahan hari ini. Prioritasnya adalah wilayah utara yang paling sulit dijangkau,” kata Martin Griffiths, Koordinator Bantuan PBB, dalam pernyataannya dari Jenewa.

Sementara itu, tim relawan medis internasional mulai mengoperasikan kembali sebagian layanan darurat di Rumah Sakit Al-Shifa dan Nasser setelah mendapat pasokan solar untuk generator.

Meski begitu, 84 persen fasilitas kesehatan di Gaza masih tidak berfungsi penuh, dan lebih dari 70 persen sekolah belum dapat dibuka kembali.

Masih Bergantung Air Bersih

Laporan dari lapangan menyebutkan sebagian besar warga masih bergantung pada air bersih yang disalurkan melalui truk tangki. Beberapa keluarga terlihat membawa wadah plastik, menunggu giliran di pos distribusi air sementara di Khan Younis.

Pihak Israel menyatakan telah membuka dua jalur logistik tambahan untuk mempercepat arus bantuan, sementara militer tetap melakukan pemeriksaan ketat di setiap perbatasan untuk alasan keamanan.

Otoritas Palestina menyambut langkah itu, namun meminta agar blokade total atas bahan bakar dan material rekonstruksi segera dicabut.

Dengan lebih dari 290 ribu unit rumah hancur dan 26 juta ton puing menutupi jalan-jalan Gaza, proses pemulihan diyakini akan memakan waktu panjang.

Namun bagi warga Gaza, kedatangan truk bantuan Minggu ini membawa sedikit rasa lega — sebuah tanda bahwa dunia belum sepenuhnya membisu.

“Setiap truk yang melintas bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa kemanusiaan masih hidup.” (Dad)

About suparman

Check Also

Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 325 Bus untuk 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jateng

JAKARTA,KORANPELITA.Com– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas 325 armada bus yang mengangkut belasan ribu pemudik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca