Budiman : Kesatuan Data Tunggal Untuk Mempercepat Pengentasan Kemiskinan

Jakarta, Koranpelita.com

Pemerintah akan segera membentuk database terpadu untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Inisiatif ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan beberapa kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Kami akan segera membuat database terpadu untuk memastikan tidak ada tumpang tindih data kelompok miskin dan rentan,” kata Kepala Badan Percepatan Pemberantasan Pemberantasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko di Acara Indonesia Human Capital and Beyond Summit di Jiexpo Kemayoran di Jakarta, Jumat, (15/11/2024).

Budiman mengatakan, pengintegrasian data sangat penting untuk memastikan program bantuan tepat sasaran tanpa adanya duplikasi. Langkah ini juga bertujuan untuk menyinkronkan berbagai upaya pengentasan kemiskinan yang saat ini tersebar di 16 kementerian dan lembaga.

BP Taskin di bawah kepemimpinan Budiman akan berperan sebagai lembaga pengawasan dan koordinasi, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 193 Tahun 2024. “Rencana aksi akan kami sesuaikan dengan master plan yang sedang disusun, dengan tetap memastikan integrasi data yang dikelola BPS dan Bappenas,” jelas Budiman.

Budiman menegaskan, kemiskinan erat kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia (HRD). Dia menyoroti isu-isu terkait nutrisi, pendidikan dan akses terhadap sumber daya perawatan kesehatan sebagai faktor kunci yang perlu diatasi. “Kemiskinan menyulitkan banyak keluarga untuk menyediakan makanan bergizi dan kesempatan pendidikan yang memadai,” katanya.

Sejalan dengan upaya tersebut, BP Taskin berencana meluncurkan sejumlah inisiatif, termasuk program makanan bergizi gratis, pengembangan sumber daya manusia melalui beasiswa luar negeri, dan pendirian sekolah yang berfokus pada STEM.“Tujuan kami adalah mencetak sumber daya manusia unggul untuk mewujudkan visi emas Indonesia pada tahun 2045,” tegas Budiman.

Meski angka kemiskinan ekstrem sudah turun menjadi 0,8 persen, Budiman menekankan pentingnya mengantisipasi munculnya kelompok rentan baru, terutama sebagai dampak pandemi yang masih berlangsung. “Kami bekerja keras untuk memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan,” jelasnya.

Program lainnya adalah mendirikan sekolah-sekolah dengan kurikulum yang mengedepankan STEM tanpa meninggalkan aspek lokal.”Kemajuan dan penguasaan teknologi digita harus dilakukan bersamaan dengan pengentasan kemiskinan. Itu harus dijalankan dalam satu tarikan nafas.

Ada sembilan sektor yang bisa dijalankan untuk dorong pengentasan kemiskinan ini, seperti energi terbarukan, pendidikan, industri pengolahan, digital hingga transportasi. Sembilan sektor ini bisa rekrut masyarakat miskin untuk bisa dientaskan dari kemiskinan. Kita juga sedang memikirkan agar sembilan sektor ini memiliki agility menghadapi berbagai paparan disrupsi dan terbuka terhadap ide-ide baru,” jelas Budiman.

Lebih lanjut Budiman menjelaskan, pengentasan kemiskinan memiliki hubungan sangat erat dengan pengembangan sumber daya manusia. Sebab, kemiskinan menyebabkan banyak rumah tangga kita tidak mampu menyediakan makanan bergizi bagi anggota keluarga, maupun memperoleh akses dan aset untuk kehidupan, pendidikan, dan kesehatannya. Dengan pengentasan, masyarakat pun mendapat hak yang seharusnya diterima. “Memang kemiskinan ekstrem sudah berhasil ditekan oleh Bapak Presiden Jokowi sebanyak sekarang tinggal 0,8 persen kemiskinan ekstrem, tapi kemiskinan masih ada 9 persen. Kita juga mengantisipasi lahirnya orang miskin baru,” jelas Budiman.

IHCBS 2924 sukses

Indonesia Human Capital Beyond Summit (IHCBS) 2024 sukses digelar pada 13, 14, 15 November 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Acara IHCBS ini digagas oleh One GML, GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten), QuBisa, dan Kompas Gramedia.

“IHCBS 2024 telah menghadirkan lebih dari 70 pembicara nasional maupun internasional, termasuk ahli, praktisi SDM, hingga pemimpin bisnis. Mendukung visi besar Indonesia Emas 2045, IHCBS mengusung tema “A Force For Greater Good in Human Development Toward Indonesia Emas 2045,″ kata Yunus Trionggo, Chariman SC GNIK.

Forum ini bertujuan untuk mempersiapkan SDM yang kompeten dan siap bersaing di kancah global.“Pada acara 3 hari ini tercatat oleh tiketing dihadiri 1.985 secara Offline – 2.235 peserta Online/Nobar oleh para HR, HC, dan business leaders, serta dukungan penuh dari generasi muda, khususnya Gen Z. Untuk pertama kalinya, lebih dari 100 organisasi HR mendukung dan bersatu dengan visi sama, memberi kontribusi maksimal untuk menghasilkan usulan cetak biru (blueprint) Indonesia Emas 2045, ” jelas Suwardi Luis , CEO One GML.

IHCBS 2024 menghadirkan berbagai rangkaian sesi menarik dan inspiratif, antara lain Mega Session, Concurrent Track (7 classes), Exhibition, Benchmark Visit, hingga Live Music Performance.

IHCBS 2024 juga berhasil mempertemukan para pemimpin industri, pembuat kebijakan, praktisi, dan profesional yang berkomitmen dalam memajukan kualitas SDM Indonesia di era transformasi digital dan tantangan global. (Vin)

 

About ervin nur astuti

Check Also

Dukung Program Gentingisasi, BSN Siapkan Standar Genting Berkualitas bagi Masyarakat

Jakarta, Koranpelita.com Gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai program “gentingisasi” yang mendorong penggunaan genting sebagai penutup …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca