Seniman tradisional, menjadi salah satu kelompok masyarakat, yang sangat terdampak pandemi Covid 19. Dan, hari Minggu, 13 Juni 2021 kemarin, menjadi hari yang membahagiakan bagi Sunarti, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), Kementerian Sosial RI. Sebab, bisa bertemu dengan para seniman Kulon Progo, di Anjungan DIY, Taman Mini Indonesia Indah.
Sunarti bersama tim dari Kemensos, berkesempatan menyaksikan pergelaran budaya masyarakat perantau Kulon Progo. Saat itu, tampil Ki Bagas Giyanto, dalang wayang kulit yang berasal dari Kulon Progo. Ki Bagas dan para niyogo menampilkan lakon Pandawa Kumpul.
Pada kesempatan tersebut, sebagai Direktur PSKBS Kemensos juga menyerah bantuan kepada Sanggar Budaya Kulon Progo Sejahtera. Bantuan diterima oleh Suratman yang menjadi Ketua Sanggar.
Bantuan senilai Rp 50.000.000 itu, untuk kebutuhan penyediaan alat musik hadroh, baju surjan dan seragam jemaah Hadroh Kelurahan Sertajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Sunarti yang mewakili Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementeruan Sosial, mengatakan pentingnya warga perantau menjaga harmoni sosial dan kerukunan. Termasuk kerunkunan antar perantau dengan penduduk setempat.
“Budaya dan kearifan lokal Kulon Progo harus menjadi perekat dan terus ditumbuh-kembangkan agar keserasian sosial dalam masyarakat terus terjaga,” ungkapnya.
Lebih tegas Sunarti mengharapkan warga perantau Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bisa memperkuat ikatan sosial antar sesama warga perantau dan komunitas di dearah tempat tinggal yang beragam.
“Dengan menumbuhkan kearifan lokal, akan terwujud harmoni sosial, kehidupan yang damai, rukun dan sejahtera,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Sanggar Kulon Progo Sejahtera, Suratman mengatakan bahwa Sanggar yang dipimpinnya, siap menjalin sinergi dengan berbagai unsur budaya lain dari seluruh tanah air. “Tanpa harus menghilangkan identitas budaya lokal sebagai masyarakat Kulon Progo,” tegasnya. (C-1)