Anggota DPRD Kritik Pengelola SPBU

Sintang, Koranpelita.com

Anggota Komisi IV DPRD Propinsi Kalimantan Barat Suyanto Tanjung
mengritik manajemen SPBU yang beralamat di Desa Mekar Mandiri, di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Rabu (9/04/21).

Atas laporan lisan masyarakat saat acara On The Spot Komisi IV DPRD Propinsi di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang. Anggota Komisi IV Suyanto Tanjung menyampaikan, harga BBM yang dijual di atas harga eceran, ini karena diduga ada oknum yang bermain- main. Dalam jangka waktu dua hari minyak sudah habis.

Masyarakat yang hadir meluruskan kepada Suyanto Tanjung bukan dua hari tapi dua jam habis.

Karena ada masyarakat melaporkan tentang keluh kesah secara lisan bahwa minyak di SPBU cepat habis.

Suyanto Tanjung selaku DPRD Propinsi menyampaikan hal ini kepada masyarakat dan beliau pun mengucapkan supaya Ketua Komisi IV bisa mendengar keluh kesah masyarakat

“Silakan masyarakat sampaikan kepada Ketua Komisi IV,” ujarnya.

Wartawan koranpelita.com Sintang Sabtu 10 April 2021 konfirmasi ke SPBU 65.786.001 yang beralamat di Jln Propinsi Nanga Mau Tebida Desa Mekar Mandiri, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang.

Iksan selaku manager SPBU menyampaikan saat awak media bahwa BBM yang habis dalam waktu dua jam itu tidak benar. Bukan dua jam melainkan sampai 5-6 jam itupun sampai sore tergantung mobil masuknya jam berapa.

Bagi yang khusus konsumen umum tetap harga dasar dan masalah harga dijual di atas harga heat yang dimaksud Suyanto Tanjung saat mengisi acara On The Spot itu bahwa bagi yang antri menggunakan motor maka dikenakan di atas harga heat yang penting bagi antri yang mempunyai surat rekomendasi dari kepala Desa masing-masing, bila rekomendasi dari desanya ada maka kami isikan.

Iksan mengatakan hampir semua SPBU yang ada di Kabupaten Sintang memang sudah seperti itu antrinya, karena mengingat untuk dibawa ke desa masing- masing atas kebutuhan masyarakat setiap Desa yang ada di Kecamatan Kayan Hilir.

“Adapun masyarakat yang antri pake ken itu masyarakat petani dan mengunakan mesin plancar atau spitbut,” ujarnya Iksan. (Adhar)

About redaksi

Check Also

Akibat Terbatasnya Pelayanan Listrik, KITB Minta Rekomendasi Ahmad Luthfi

SEMARANG,KORANPELITA– Terbatasnya penggunaan aliran listrik di lingkungan perusahaan di kawasan industri terpadu Batang, membuat operasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca