Jakarta, Koranpelita.com
Ketua Komnas PA DKI Jakarta, H. Otong Suryana SH, mengakui bahwa Catatan Akhir Tahun 2020 terhadap Perlindungan Anak menunjukan adanya tingkat kekerasan terhadap anak semakin meningkat.
Terlebih di Jakarta, mengingat jumlah penduduk di Jakarta secara keseluruhan ini sangat banyak. Pola kehidupan masyarakat juga dalam masa transisi, marjinal dan juga ditambah dengan pandemik.
“Kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa, termasuk orang tua, sudah menjadi ancaman yang harus kita waspadai. Bagaimana mewaspadainya paling efektif dimulai dari lingkungan terkecil. Keluarga satu sama lain, dan kampung.” kata H. Otong Suryana seusai jumpa pers bersama Komnas PA Pusat di Jakarta 14 Desember 2020.
Tapi kata H. Otong, kampung dan keluarga di Jakarta tidak seperti di desa dan kota-kota kecil di Indonesia lainnya. Pola kehidupan individu, masing-masing, menjadi-jadi di Jakarta ini. Tingkat stress dan ancaman atau rongrongan dalam mencari matapencaharian keluarga juga berbeda. Gotong royongnya berbeda. Nah ini, musti segera kita cari mekanisme yang tepat, realistis,” jelas H. Otong.
Ia mengakui Komnas PA DKI Jakarta paling bertanggungjawab untuk membangun mekanisme perlindungan anak dari kekerasan dengan memberdayakan elemen masyarakat yang memang sudah ada. RT, RW, Kelurahan, juga para pekerja sosial masyarakat harus terlibat dan dilibatkan bersama-sama dengan para pendidik dan penegak hukum.
Pada kesempatan lain Aris Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA Pusat menyerukan perlunya revolusi gerakan perlindungan anak berbasis keluarga. dan kampung ini dapat diwujudkan oleh semua komponen bangsa di Indonesia . Jika ini dapat terwujud maka masa depan anak akan terjaga dan kekerasan anak yang levelnya sudah abnormal tidak akan terjadi. Tanpa itu. kita khawatir kita akan mengalami keadaan di ambang ancaman Lost Generation.
“Darurat Kekerasan Abnormal Terhadap Anak Mengancam Indonesia. Untuk Memutus mata rantai kekekerasan abnormal dibutuhkan revolusi gerakan perlindungan anak berbasis keluarga dan kampung, “ tegas Aris Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak Pusat. (roos)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia