Banjarmasin, Koranpelita.com
57 Pejabat Eselon III dan IV akan turut kegiatan Assesment Kompetisi Eselon III dan IV yang akan dilaksanakan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada akhir Bulan Oktober ini.
Jadwal kegiatan dibagi 2 tahap, yaitu pada tanggal 22–23 Oktober dan 26 hingga 27 Oktober, bertempat di Aula Anjung Papadan Kejati Kalsel di Banjarmasin.
Di gelarnya Assesment diwilayah Kejaksaan Tinggi masing masing se Indonesia merupakan salahsatu upaya Kejaksaan Republik Indonesia dalam mencegah penyebaran covid-19.
Didampingi Kasi Penkum Kejati Kalsel, Makhpujat dan Kasubagpeg, Pieter Manguntur, Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Kalsel, Widagdo SH , Rabu (21/10/2020) mengatakan, Assesment ini merupakan perintah Jaksa Agung RI, melalui Jaksa Agung Muda Pembinaan, Bambang Sugeng Rukmono, SH MH dengan Surat Perintah No :B-1135/C.4/Cp.2/10/20 tanggal 8 Oktober 2020 .
“Kejati Kalsel dalam pelaksanaan mengedepankan penerapan protokol kesehatan yang baik dan benar,” kata dia
Sebelum pelaksanaan kegiatan, semua ruangan disterilisasi, peserta assesment masuk keruangan setelah mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh. Selama kegiatan berlangsung semua peserta wajib memakai masker dan menjaga jarak.
Assesment kompetensi kata dia, bertujuan untuk mendapatkan hasil penilaian kompetensi individu yang obyektif, menilai kesesuaian antara kebutuhan kompetensi teknis pegawai dengan Standar Kompetensi Jabatan dan pengembangan karir, serta membuat instrumen dan dokumen untuk merencanakan pengembangan pegawai yang relevan, transparan dan akuntabel.
Kegiatan penilaian pencapaian kompetensi ibi akan di ikuti 57 pejabat eselon III yakni para asisten, Kajari dan eselon IV yakni para Kepala Seksi/Pemeriksan/Kasubag di wilayah kerja Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kalsel) .
Untuk Kegiatan, dilaksanakan secara daring oleh Biro Kepegawaian Kejaksaan RI bekerjasama dengan PT Quantum HRM .
Para peserta akan disiapkan Laptop dan hasilnya terkoneksi ke pusat
“ Dengan diselenggarakanya assesment ini diharapkan adanya catatan rekomendasi, baik untuk penempatan atau diklat,” pungkas Widagdo.(Ipik)
.