Banjarmasin, Korapelita.com
Tak terhalang oleh guyuran hujan, massa yang tergabung dalam ‘Muslim Banua’ Senin (23/12/2019) sekitar Pukul 17.20 sore tadi, menggelar aksi keprihatinan untuk muslim Uigur yang tertindas di Xin Jiang China.
Merekapun mengelar orasi di depan Kantor DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, dengan harapan aspirasi mereka bisa disambut wakil rakyat disitu.
Dibawah panji dan bendera massa berjumlah 300 orang itu berbaris rapi dikawal aparat satuan kepolisian.
Koordinator aksi, Habibi Mustafa, dalam orasinya meminta agar umat muslim Indonesia Kalsel khususnya turut menyuarakan guna mambantu muslim Uigur.
Begitu kepada Wakil rakyat diminta untuk menyampaikan sikap mereka agar sampai ketingkat pusat. Sehingga pemerintah Indonesia tergerak untuk melakukan upaya nyata untuk membantu pengahiri penindasan disana.
” Mari kita bantu saudara kita umat muslim Uigur agar terbebas dari penderitaannya”, himbau Habibi Mustofa.
Sedikitnya 9 tuntutan agar diperjuangkan. Diantaranya, soal larangan nama Islam untuk bayi yang baru lahir. Bahkan pemilik nama berbau Arab/Islam diancam tidak mendapat pekerjaan.
Memprotes penyitaan Kitab Suci Al Qur’an, sajadah, dan atribut yang menyimbolkan Islam. Melarang anak-anak mengikuti pelajaran agama Islam dan belajar Qur’an.
Sayangnya aksi yang mereka gelar terlampau sore. Bertepatan dengan itu pula, 55 wakil rakyat tingkat provinsi itu sedang melakukan kunjungan kerja kedalam daerah.
Sehingga tak satupun terlihat anggota dewan yang hadir menyambut mereka.
( Ipik)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia