Ganjar: Hindari Gesekan Kampanye

Cegah Gesekan Pemilu, Ganjar Minta Para tokoh Dua Kubu Bertemu

REMBANG, Koranpelita.com

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para tokoh pendukung dari dua pasangan calon presiden untuk meredam panasnya suasana kampanye dengan saling silaturahmi. Terlebih pasca gesekan antara pendukung capres di Solo, Jumat (29/3).

Menciptakan kondusifitas kampanye, menurut Ganjar adalah tanggung jawab siapapun. Jangan sampai saling provokasi apalagi saling melempar fitnah. Terlebih dari para tokoh kedua kubu. Ganjar berharap merek bisa duduk bareng untuk saling menentramkan masa.

“Sebenarnya inilah yang harus kita cegah. Masing-masing harus mengendalikan diri, sudahlah, kalau kita mau kampanye mari kita ikuti jadwal toh KPU sudah menetapkan jadwal. Ya tokohnya segera bertemu lah. Sekali lagi, yuk masing-masing kendalikan, yuk tokoh-tokoh kendalikan. Agar tidak ada korban,” kata Ganjar di Rembang, Sabtu (30/3).

Sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), kampanye terbuka telah dibuka sejak Minggu (24/3) lalu dan akan digelar hingga 13 April 2019. Seluruh peserta pemilu memiliki waktu lebih kurang 3 minggu untuk mengadakan kampanye terbuka. Ganjar menegaskan bahwa semua mesti tunduk dan patuh pada aturan main kampanye.

“Maka seluruh kekuatan saya memohon betul di kampanye terbuka ini untuk bisa mengendalikan diri dan saling menjaga. Bukan hanya dari sisi pengerahan massa, disiplin waktu dan tempat dan juga cara kita menyampaikan pendapat ke publik sehingga kita bisa mengeliminasi gesekan-gesekan yang terjadi,” katanya.

Selain pada para tokoh, gubernur berambut putih itu juga berpesan pada para pendukung maupun simpatisan calon presiden agar tidak melepasliarkan jari-jarinya, mulut maupun tindakan. Karena sudah banyak korban hoaks maupun fitnah.

“Kita mesti hati-hati dengan apa yang kita ucapkan, kita tuliskan. Karena dengan cara itu orang akan terpancing. Kan yang rugi kita. Jangan ada yang mau ngompori untuk memecah belah bangsa ini. Dan kita akan jadi korban-korban ke depan dan di lapangan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, massa pendukung capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin maupun 02, Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno mengalami gesekan di kawasan Stadion Manahan, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Solo. Perseteruan antar dua ibu itu dipicu aksi saling provinsi dan rubah.Gesekan di sekitar patung Ir Soekarno membaca itu, karena pertemuan antara masa 01 dan 02. (sup)

About dwidjo -

Check Also

Terima Rektor Unnes, Bamsoet Dorong Penggunaan E-Voting

Jakarta,Koranpelita.com Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong penyelenggaraan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah bisa …