Suasana sebelum buka puasa bersama di Majelis Ta’lim Mulia Banjarmasin Komplek Alam Hijau, Kamis (4/4/2024

Buka Puasa Bersama, Rosehan Berharap Tali Silaturahmi Terus Dapat Membawa Kebaikan Dan Keberkahan Bagi Semua

Banjarmasin, Koranpelita.com

Pererat tali silaturahmi, anggota Dewan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) HM Rosehan NB, melaksanakan buka puasa bersama di Majelis Ta’lim Mulia Banjarmasin Komplek Alam Hijau. di Banjarmasin, Kamis (4/4/2024) malam.

Buka puasa bersama dengan rekan-rakan SMP, SMA dan Fakultas Hukum ULM, dan awak media ini menghadirkan penceramah Ustad Ahmad Irwan.

Sebelum waktu berbuka puasa dan sholat Magrib berjamaah, Ustad Ahmad Irwan, dalam tausiyahnya menyampaikan cerita yang diriwayatkan, yaitu tentang cucu Rasullullah yang tidak memiliki pakaian baru untuk merayakan Idul Fitri.
Padahal, Idul Fitri identik dengan pakaian baru, terutama untuk anak anak.

“Kala itu cucu Rasulullah Hasan dan Husein, selalu bertanya kepada sang ibu, Sayyidina Fatimah. Kapan diberikan pakaian baru,”? Sang ibu menjawab baju kalian lagi di tukang jahit.

Dan hal itupun berkali-kali ditanyakan oleh cucu Rasullullah, namun jawaban sang ibu tetap sama seperti semula, yaitu masih di tukang jahit.

Sampai tiba malam hari raya , pakaian baru untuk Hasan dan Husein pun tak jua kunjung tiba. Sang cucupun kembali menanyakan kepada sang ibu.

Sayyidah Fatimah pun menangis karena tidak memiliki uang untuk membelikan kedua putranya baju baru. Diakui keluarga Ali bin Abi Thalib dan Fatimah tidak sekaya sahabat-sahabat nabi lainnya, meskipun mereka merupakan keluarga Rasulullah SAW.

Tak lama berselang, terdengar suara ketukan pintu, Sayyidah Fatimah langsung menghampiri sumber suara dan bertanya, “Siapa“? Wahai putri Rasulullah SAW. Saya adalah tukang jahit. Saya datang membawa hadiah pakaian untuk kedua putramu,” sebut suara sang tamu.

Mendengar jawaban itu, Fatimah langsung membuka pintu dan tampaklah seorang yang membawa bingkisan kemudian diberikan kepada Sayyidah Fatimah.

Saat bingkisan tersebut dibuka, di dalamnya terdapat dua gamis, dua celana, dua mantel, dua sorban dan dua pasang sepatu hitam yang terlihat indah.

Fatimah lalu memanggil kedua putra kesayangannya untuk melihat isi bingkisan tersebut.

Hasan dan Husein pun sangat bahagia. Namun sang ibu masih bingung siapakah tukang jahit yang muncul di depan pintu rumahnya serta memberikan bingkisan itu?

Sesaat kemudian, Rasulullah datang dan melihat kedua cucunya dalam keadaan rapi mengenakan pakaian baru yang indah. Nabi SAW dengan perasaan bahagia memeluk Hasan dan Husein serta mencium mereka dengan penuh kasih sayang.

Rasulullah lalu bertanya kepada Fatimah, “Apakah engkau melihat tukang jahit tersebut”? “Iya, aku melihatnya,” jawab Fatimah.

“Duhai putriku, dia bukanlah tukang jahit, tetapi, malaikat Ridwan sang penjaga surga,” kata Rasulullah menjelaskan.

Jadi, bingkisan yang berisi pakaian baru untuk Hasan dan Husain merupakan pakaian surga yang dikirim langsung oleh malaikat Ridwan.

Mendengar penjelasan Rasulullah, Fatimah sangat terkejut, ia terus-terusan mengucap syukur kepada Allah SWT.

Di malam hari raya itu, keluarga mereka penuh kebahagiaan. Sebab, pakaian untuk kedua putra telah siap dipakai untuk Idul Fitri keesokan harinya.

Meski pakaian baru bukanlah sesuatu yang wajib di hari raya, namun memakai pakaian baru saat Lebaran menjadi bentuk kebahagiaan atas datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Oleh karena itu, banyak orang tua yang sedih jika mereka belum mampu memberikan baju baru kepada anak-anaknya.

Ustad Ahmad Irwan menjelaskan, pakaian juga menjadi bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT yang memberikan nikmat kepada kita semua hingga bisa melewati bulan Ramadhan dan berharap bisa dipertemukan kembali di tahun berikutnya.

Namun, ingat Ustad Irwan,  janganlah menjadikan baju baru di hari raya sebagai simbol kesombongan. Sebab, esensi dari Idul Fitri adalah bagaimana diri dan hati kita kembali bersih, suci, dan berharap bertambahnya ketakwaan kepada Allah SWT. Jangan sampai dikotori dengan hal-hal yang sebaliknya.

“Jadi inti sari dari uraian tausiyah ini menggambarkan siapa yang taat kepada Allah Subhanallahutaala maka pasti di beri pertolongan,”ucap Ustad Ahmad Irwan.

Anggota DPRD Kalsel HM Rosehan NB, mengatakan, mempererat tali silaturahmi,
dengan masyarakat harus terus dilakukan dan dapat terjalin dengan baik, termasuk dengan media massa.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel yang kembali terpilih pada pemilu legislatif 2024 ini, berharap tali silaturahmi dapat membawa kebaikan dan keberkahan.

“Semoga dengan silaturahmi ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua dan tetap terjalin dengan baik,” ucap Rosehan.(pik)

About kalselsatu

Check Also

Percepat Penanganan Banjir dan Penataan Kawasan Permukiman, Pemkot Semarang Buat Sistem Terintegrasi

SEMARANG,KORANPELITA – Pemerintah Kota Semarang berupaya melakukan percepatan penanganan banjir, penataan kawasan permukiman, penanganan sampah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca