Sumber: Cussons Kids Indonesia - Karakter Anak, Cara Membentuknya Sejak Dini

PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI

Oleh : Syakilla Zahra

Usia dini adalah usia emas ketika perkembangan otak anak sangat cepat. Para ahli percaya bahwa pendidikan sangat penting untuk alasan ini. Anak-anak akan mudah memahami pendidikan dan menjadi pondasi yang kuat saat mereka dewasa.

Menurut Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, karakter dapat didefinisikan sebagai bawaan, hati, kepribadian, personalitas, perilaku, tabiat, dan watak. Karakter sangat erat kaitannya dengan personalitas seseorang; karakter adalah bagaimana seseorang bertindak terhadap segala sesuatu. Karakter juga sifat yang spontan dan menyatu pada dirinya sendiri. Salah satu jenis pendidikan yang mengembangkan berbagai nilai budaya yang baik adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini melatih otak anak untuk berperilaku baik secara pikiran dan hati.

Dengan pendidikan karakter, anak-anak diharapkan dapat menerapkan berbagai hal-hal yang baik dalam hal menjalani kehidupan sehari-harinya. Pendidikan karakter terhdap anak usia dini sangat penting untuk perkembangan sosial anak dan mempersiapkan anak untuk menghadapi tantangan saat dewasa.

Pendidikan karakter anak usia dini harus dilakukan secara menyeluruh dan berkolaborasi, melibatkan orang tua, guru, dan pengasuh. Dengan pendidikan karakter yang baik, anak-anak akan menumbuhkan rasa empati, etika moral, menghargai kinerja akademik, mencapai tujuan pendidikan yang optimal, dan mengembangkan perkembangan sosial yang sehat dan baik untuk masa depan.

Oleh karena itu, pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini karena ini adalah masa emas di mana 80% kecerdasan otak anak bertanggung jawab atas kecerdasan orang dewasa. Model pendidikan karakter anak usia dini meliputi pendidikan karakter berbasis komunitas, budaya sekolah, dan metode pembelajaran.

Pendidikan karakter dan sosial mencakup berbagai komponen, seperti contoh dan keteladanan; ini dilakukan secara menyeluruh dan konsisten di setiap aspek perkembangan. Pendidikan sosial juga sangat penting untuk perkembangan anak karena pengalaman interaksi sosial ini sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak. Jika anak berada dalam lingkungan yang baik, mereka akan tumbuh sebaik mungkin.

Pendidikan karakter memiliki tiga tujuan. Pertama, sebagai pengembang, pendidikan karakter dapat membantu mengembangkan potensi peserta didik usia dini sehingga mereka dapat berperilaku baik. Yang kedua, membantu memperbaiki sistem pendidikan nasional dan menghasilkan siswa yang bermartabat. Yang ketiga, pendidikan karakter dapat memfilter budaya negatif dari luar negeri.

Tujuan pendidikan karakter: mengembangkan potensi nurani anak sehingga anak dapat berperilaku baik, mengembangkan kebiasaan atau perilaku, penanaman jiwa kepemimpinan, pengembangn kemampuan, pengembangan lingkngan sekolah. Beberapa contoh pendidikan karakter yang dapat diimplementasikan untuk mengembangkan sosial emosional anak usia dini yaitu: menyeluruhkan perilaku disiplin, mandiri, dan memiliki sikap toleransi/peduli sosial.

Karakter utama yang perlu diutamakan ada 5 yaitu: karakter religius, sikap jujur, sikap peduli, ksadaran, dan kesabaran. Perhatian orang tua merupakan faktor esensial dalam membentuk perkembangan karakter pendidikan anak usia dini agar ditingkatkan. Pendidikan karakter dapat diberikan melalui pendidikan formal dan informal, seperti sekolah dan lingkungan. Oleh karena itu, pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk perkembangan sosial anak usia dini dan menjaga keseluruhan anak.

Penerapan pendidikan karakter pada anak usia dini dilakukan melalui kegiatan terprogram dan pembiasaan. Kegiatan terprogram meliputi pembelajaran nilai-nilai karakter melalui cerita, lagu, dan permainan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Sedangkan pembiasaan dilakukan dengan memberikan contoh dan keteladanan, dilakukan secara berkelanjutan, menyeluruh, terintegrasi dalam seluruh aspek pengembangan, menciptakan suasana kasih saying, aktif motifasi anak, melibatkan pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, serta adanya penilaian.

Pendidikan karakter pada usia dini bertujuan untuk membentuk pribadi agar dapat bertindak, berperilaku, memiliki sopan santun, moral, dan kebiasaan-kebiasaan yang baik sesuai dengan nilai-nilai agama, pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional.

Beberapa contoh pengaruh pendidikan karakter pada anak usia dini meliputi: Kesabaran, anak yang mendapatkan pendidikan karakter yang baik akan mampu menghadapi tantangan dan beradaptasi dengan baik dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Kesadaran, pendidikan karakter yang efektif akan membantu anak memahami perbedaan antara yang benar dan yang tidak benar, serta menghormati hak dan kewajiban orang lain. Kejujuran, anak yang memiliki kejujuran yang baik akan lebih mampu memikul tanggung jawab dan mengambil keputusan yang jelas. Kemandirian, pendidikan karakter yang baik akan membantu anak mengembangkan kemandirian, yaitu sikap untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan sendiri. Komitmen, anak yang memiliki komitmen yang baik akan lebih mampu menjadi individu yang terkait dengan lingkungan dan mengambil peran aktif dalam kehidupan. Mematuhi peraturan, pendidikan karakter yang baik akan membantu anak mengembangkan sikap untuk mematuhi aturan dan mematuhi kebijakan yang ada.
Pendidikan karakter pada usia dini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk kepribadian anak-anak.

Ini merupakan fase krusial dalam pembentukan nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang akan membawa dampak jangka panjang dalam kehidupan mereka. Pertama-tama, pendidikan karakter pada usia dini membantu anak-anak memahami nilai-nilai dasar seperti kejujuran, kerjasama, tanggung jawab, dan empati. Melalui pendidikan ini, anak-anak belajar bagaimana bersikap baik terhadap orang lain, memahami perbedaan, serta menghormati orang lain tanpa memandang perbedaan sosial, budaya, atau latar belakang. Selain itu, pengajaran karakter pada usia dini juga memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan intelektual anak-anak. Ketika mereka belajar tentang nilai-nilai moral, hal ini juga melibatkan proses kognitif yang melatih kemampuan berpikir mereka.

Misalnya, ketika mereka memahami konsep kejujuran, mereka juga melatih pemikiran abstrak, menyimpulkan bagaimana kejujuran dapat memengaruhi hubungan antarmanusia, dan sebagainya.

Pendidikan karakter pada usia dini juga membantu anak mengembangkan keterampilan sosial yang kuat. Mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain, menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif, dan menunjukkan empati terhadap perasaan orang lain. Keterampilan ini sangat penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan sehat di masa mendatang. Saran untuk karakter pendidikan dini melibatkan pendekatan yang holistik dan multimodal.

Baik orang tua maupun guru dapat menyediakan lingkungan pengasuhan, memberikan teladan yang sesuai, dan menggunakan berbagai metode pengajaran efektif yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Misalnya melalui bercerita, permainan papan, latihan team building, dan kegiatan lain yang mendorong kerja sama antar anak.

Selain itu, konsistensi dalam mengajarkan prinsip-prinsip tersebut juga sangat penting. Aturan-aturan ini perlu dijelaskan secara konsisten di berbagai lingkungan, termasuk di rumah, sekolah, dan lingkungan sosial yang ramah anak. Hal ini membantu mereka memahami betapa pentingnya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, pendidikan merupakan komponen krusial yang membentuk harga diri anak di dunia. Melalui pendidikan tersebut, mereka dapat berkembang menjadi individu yang berintegritas, memiliki pengendalian diri, dan sadar terhadap lingkungan sekitar.

Karakteristik pendidikan ini mempunyai dampak yang signifikan untuk membentuk kepribadian anak. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan berkualitas harus dimulai sedini mungkin karena anak-anak antara usia 0 dan 6 tahun merupakan periode perkembangan kritis dimana 80% populasi diharapkan berkembang menjadi dewasa. Oleh karena itu, penting bagi guru dan orang dewasa lainnya untuk memberikan pengalaman belajar yang efektif dan konsisten bagi generasi muda.

Metode pendidikan karakter dapat dilakukan dengan memberikan contoh dan pembelajaran, serta dengan mengembangkan sifat-sifat karakter seperti komitmen, kecermatan, kejujuran, kesabaran, kepedulian, dan ketaatan sesuai dengan hukum. Selain itu, pendidikan karakter pada anak usia dini juga mendorong pengembangan diri sehingga dapat mengurangi dampak negatif masa kanak-kanak terhadap orang lain. Dengan cara ini, pendidikan karakter di usia dini memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk keyakinan masyarakat.

About koran pelita

Check Also

FH USM-Peradi Gelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat Angkatan XXII

Semarang,koranpelita.com – Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM) bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menyelenggarakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.