Pangdam IV/Diponegoro Tutup TMMD Reguler ke-118 di Desa Rejosari Wonogiri

Semarang,koranpelita.com

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono secara langsung menutup TNI Manunggal Membangun Desa Reguler ke-118 di Lapangan Sendang Janoko, Ds. Rejosari, Kec. Jatisrono, Kab. Wonogiri, Kamis (19/10/2023).

Pangdam mengatakan, bahwa program TMMD yang sudah berlangsung selama 8 dekade ini, merupakan salah satu program bakti TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah Jateng dan DIY, dimana fasilitas umum tersebut sangat diperlukan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan atau daerah terpencil.

“Dalam perbaikan ini Kodam IV/Diponegoro tidak dapat bergerak sendiri, tanpa dukungan semua pihak. Saya mengucapkan terima kasih kepada para prajurit, anggota Polri, pemerintah daerah dan masyarakat yang kurang lebih satu bulan telah bahu membahu berperan aktif dalam membantu kami menyelesaikan program TMMD ini”, ungkap Pangdam.

Mayjen TNI Widi Prasetijono berharap, program TMMD ini dapat dijadikan sebagai momentum yang tepat, untuk meningkatkan semangat kebersamaan, dan gotong royong, seluruh komponen bangsa menuju terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat sesuai dengan tema TMMD tahun ini, yaitu sinergi lintas sektoral mewujudkan kemanunggalan TNI – Rakyat semakin kuat.

Pada tahun ini Kodam IV/Diponegoro menggelar TMMD Reguler di wilayah 4 Kabupaten yaitu Wonogiri, Brebes, Purworejo dan Kendal. Selain menyelenggarakan TMMD Reguler ini, seluruh Kodim di jajaran Kodam IV/Diponegoro juga melaksanakan TMMD Sengkuyung sebagai wujud tekad Kodam IV/Diponegoro dalam membantu Pemda guna percepatan program pembangunan di daerah secara menyeluruh.

“Pada kesempatan ini, Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri, unsur pemerintah daerah dan masyarakat yang telah bekerja secara maksimal sehingga seluruh sasaran TMMD baik fisik berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti pengecoran jalan, pembuatan gorong-gorong, pembangunan talud, jembatan, pembuatan pos kamling, rehab mushola, gereja, rumah tidak layak huni, pada program TMMD ini juga telah selesai,” ungkapnya.

Selain itu, TMMD ini juga menyelesaikan sasaran non fisik yang meliputi kegiatan penyuluhan beberapa materi antara lain kesadaran bela negara, penyuluhan hukum dan Kamtibmas, pengetahuan tentang etika budaya politik, penyuluhan kesehatan, pelatihan pertanian, penyuluhan pencegahan Stunting, pengetahuan wawasan kebangsaan.

” Yang tidak kalah pentingnya yaitu, sosialisasi bahaya narkoba, pengetahuan pelestarian lingkungan hidup, pengetahuan kemandirian pengelolaan SDM dan SDA, pelayanan publik dan kependudukan, ketahanan pangan, dan posyandu, posbindu, serta kegiatan bakti sosial.”

Pangdam berpesan, agar semua pihak terus memelihara semangat kebersamaan dan kegotongroyongan sebagai warisan budaya bangsa Indonesia guna mewujudkan kemanunggalan TNI – Rakyat.

“Jangan mudah terhasut dan terprovokasi oleh berita-berita negatif yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,”tegas Pangdam.

Turut hadir pada upacara penutupan TMMD, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Ali Akhwan, S.E., Bupati Wonogiri, para Asisten Kasdam IV/Diponegoro, para Kabalak, Kepala Kejaksaan Wonogiri, Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Ketua DPRD Wonogiri, dan Pejabat OPD Kabupaten Wonogiri, tokoh agama, tokoh pemuda, Pelajar, Lembaga kemasyarakatan dan para tokoh masyarakat setempat.(sup)

About koran pelita

Check Also

Jam Kadispen Kodiklatal, Sebagai Wadah Kebersamaan Dengan Personelnya

Surabaya, koranpelita.com “Satu hal yang perlu diperhatikan oleh personel penerangan di jajaran Dinas Penerangan (Dispen) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca