Menteri Basuki Cek Uji Coba Underpass Bulak Kapal, Bekasi

Bekasi, Koranpelita.com

Menjelang pergantian tahun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengecek kesiapan uji coba operasional/open traffic Underpass Bulak Kapal di Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/12).

Underpass dibangun untuk memperlancar arus lalu lintas di sekitar simpang Bulak Kapal, Bekasi Timur. Sebelumnya wilayah ini sering terkena macet.

Proyek ini rampung lebih cepat dari jadwal pengerjaan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal sehingga dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi pasca Pandemi COVID-19.

“Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpass akan meningkatkan konektivitas dan memperlancar lalu lintas, sehingga produktivitas warga semakin tinggi,” kata Menteri Basuki.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan underpass Bulak Kapal mulai dibangun September 2020 Underpass ini sudah sangat dinantikan masyarakat karena akan mengurai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas atau persimpangan dari 4 arah.

Yakni dari dan menuju Jalan Ir Juanda (arah Kota Bekasi), Jalan Joyo Martono (arah pintu masuk Tol Cikampek), Jalan Pahlawan (arah Perumnas), dan Jalan Diponegoro (arah Tambun, Kabupaten Bekasi, sekaligus Jalur Pantura), selain itu juga untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di perlintasan sebidang rel kereta api yang berada di Jalan kota Pahlawan sekitar simpang Bulak Kapal.

Arus lalu lintas, lanjutnya, kendaraan wilayah Bulak Kapal akan semakin meningkat ke depannya terkait adanya rencana pintu keluar Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) di Bekasi Timur serta pembangunan double track kereta api.

“Kita akan ujicoba operasional atau open traffic Underpass Bulak Kapal selama 2 hari mulai tanggal 1 Januari hingga 2 Januari 2022. Pak Menteri juga minta diperbaiki finishing akhir pilar dan dinding, perapihan lansekap,” tuturnya.

Selanjutnya akan lakukan uji laik fungsi dan segera bisa dioperasikan untuk melayani masyarakat.

Secara konstruksi, underpass Bulak Kapal memiliki struktur bore pile dengan panjang terowongan utama 690 meter, terdiri dari 2 lajur dengan lebar masing-masing lajur 3,5 meter. Underpass ini dilengkapi dengan frontage sepanjang 930 meter dan dengan lebar jalan 6 meter. (oto)

About koran pelita

Check Also

Ketum SMSI Bertemu Ketua MPR RI

Jakarta, Koranpelita.com Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus menemui Ketua Majelis Permusyawaratan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *