Kasus Pemukulan Terhadap Anak Dibawah Umur Kini Disidangkan

Jepara,koranpelita.com

Masyarakat harus hati hati terhadap pemukulan anak dibawah umur dan dampaknya bisa berurusan dengan hukum. Seperti yang dialami Y seorang laki-laki terdakwa kasus pemukulan anak di bawah umur duduk di depan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jepara.

Y di dakwa telah memukul pipi sebelah kiri Danar Santoso bin Ahmad Santoso alamat desa Gemulung Rt 1 / Rw 05 Pecangaan Jepara.

Akibat pemukulan tersebut, pipi kiri Danar Lebam. Danar 17 tahun, pelajar SLTA kelas XI di salah satu Sekolah Menengah Atas atau sederajat.

Karena tindakannya, Y dilaporkan korban (Danar) ke Polres Jepara dengan dugaan penganiayaan. Kemudian diproses secara hukum hingga d ipersidangan, pada hari Kamis 30/09/2021.

Sidang I dengan No.140/Pid.Sus/2021/PN Jpa. Persidangan dipimpin oleh Hakim ketua Radius Chandra, SH, MH, Hakim Anggota 1, Tri Sugondo, SH, Hakik Anggota 2, Muhammad Yusuf Sembiring, SH, Panitera Pengganti Adhitiya Nugraha, S.H., M.H., Juru Sita Eko Widiyanto, Jaksa Penuntut Umum Kukuh Nugraha Indra Praja, SH.

Pada saat sidang, Danar bin Santoso didampingi ibundanya sebagai saksi. Selain itu juga Ghani yang beralamat Solo bertindak sebagai saksi.

Didepan Majelis Hakim korban menceritakan, kronologis kejadian atas dakwaan pemukulan atau awal mula terjadinya penganiayaan yang menimpa dirinya karena tindakan Y.

Danar bersama Ghani temannya berasal dari Solo pergi ke salah satu kafe (coffe shop). Di kafe tersebut kemudian, Danar memanggil teman-temannya yang lain. Diantara teman-teman Danar yang hadir, ada Y yang mereka belum saling mengenal.

Mereka duduk di satu meja sambil asyik mendengarkan musik. ” Saya sama Ghani sedang bercanda dan bercerita pengalaman selama tidak bertemu, pokoknya nyantai ” kata Danar

Sedangkan Y asyik bermain gitar dan menyanyi, namun tiba tiba Ghani meminta kepada salah satu karyawan kafe untuk menambah volume musik kafe. Karena menurutnya musik kurang keras.

Akan tetapi Karena merasa bahwa musiknya terlalu keras dan pada saat itu Y sedang main gitar. Y merasa terganggu dan mengurangi volume musik di kafe itu.

Sementara itu Ghani dan Danar masih asyik ngobrol. Kadang – kadang mengeluarkan kata kata kasar, namun karena mereka sudah terbiasa bercanda maka tidak ada masalah. Karena tidak tahu Y mengecilkan volume musi di kafe itu, Ghani kembali membesarkan volumenya.

Pada saat itulah Y merasa tersinggung dan menarik baju Danar. Ghani berusaha melerai, akan tetapi malah ditarik bajunya serta didorong sampai membentur tembok dan bajunya sobek.

Pada saat itu Danar (korban) juga telah meminta maaf kepada terdakwa (Y). Jika ada ucapan dan tindakannya yang salah. Akan tetapi Y tetap memukulnya.” Maaf kalau aku salah mas, maaf kalau ada salah omong, ” kata Danar berulang kali

Akan tetapi Y menjawabnya dengan mengatakan, ” Aku orak peduli kamu anak siapa? ” kata Y dipersidangan.

Karena kejadian itu, keesokan harinya Danar didampingi Ghani pergi ke RSUD RA Kartini untuk visum. Kemudian melaporkan Y ke Polres Jepara.

Danar dan keluarga berharap, terdakwa Y dihukum setimpal dengan perbuatannya. Pada saat persidangan, Y menyatakan menyesal. Namun tidak mengakui kalau dirinya telah memukul Danar. Korban (Danar) belum bisa memaafkan Y, hingga hakim memutuskan terdakwa bersalah.(dik)

About koran pelita

Check Also

13 Tersangka Transfer Dana Palsu Ajukan Praperadilan, Polda Jateng Hormati Haknya

Semarang,koranpelita.com Kasus dugaan transfer palsu melalui mesin ATM Bank Jateng di Kabupaten Pati, yang melibatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *